CALL CENTER
(021) 837-95-216 / 0821-26-252-252
FOLLOW
@MIHRABQOLBI
LIKE FANPAGE
MIHRABQOLBI
Umum

Lima Hal Tentang Puasa Ramadhan yang Harus Kita Syukuri

Oleh | Kamis, 23 April 2020 17:05 WIB | 1.283 Views
Lima Hal Tentang Puasa Ramadhan yang Harus Kita Syukuri

Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba, tapi momen ini rasanya berbeda dari yang sudah-sudah. Pandemi COVID-19 yang urung berakhir ini membuat suasana ramadhan tahun ini menjadi berbeda. Biasanya sebelum ramadhan tiba, berbagai grup whatsapp udah sibuk berdiskusi perihal jadwal buka puasa bersama. Tapi sekarang ‘ritual’ tersbeut harus ditunda dulu karena masih harus menjalankan PSBB atau pembatasan sosial berskala besar.

Kondisi seperti diatas, jangan sampai membuat kamu bersedih hati atau tidak semangat untuk menyambut bulan ramadhan. Walau diimbau untuk tetap memaksimalkan waktu #DiRumahAja dan #WFH atau work from home, sebenarnya masih banyak hal yang masih bisa disyukuri. Berikut momen Ramadhan ini yang membuat kamu tetap bisa berkah dan seru yang di kutip dari hipwee dan republika.

1. Buka Bareng Keluarga

Coba diingat-ingat momen ramadhan tahun kemarin, berapa kali kamu buka puasa bareng full time sekeluarga. Pasti bisa dihitung jari kan? Agenda buka puasa bareng plus reunian selalu diadakan tiap akhir pekan. Kalau sehari-hari, seringnya buka puasa di kampus atau kantor bahkan di jalan. Ambil hikmahnya saja, tahun ini kamu bisa buka puasa bersama keluarga di rumah dan menghabiskan momen baik ini bersama-sama. Kapan lagi coba? Yang pasti menu buka puasa kamu warna-warni alias bukan gorengan sama es teh doang kayak biasanya. Serunya, kamu juga bisa masak bareng sama ibu untuk bikin takjil favorit keluarga.

2. Ibadah Bersama

Pasti udah tahu kalau beribadah di bulan ramadhan, pahalanya bisa berlipat-lipat? Udah tahu tapi dilakukannya susah banget. Mau tadarus tapi udah keburu capek beraktivitas harian karena tugas dan deadline menumpuk. Waktu salat Dzuhur dan Ashar pun malah dipakai tidur-tiduran karena ngantuk banget, karena bulan puasa ini kita dianjurkan #DiRumahAja dan #WFH, kamu tidak akan menghabiskan banyak tenaga buat beraktivitas alias kalau lelah bisa rebahan sebentar. Tapi jangan lama-lama rebahannya, pergunakan waktu luang yang banyak ini baik-baik buat beribadah kayak tadarus dan shalat sunnah. Kalau ada penyesalan kamu tidak banyak beribadah bulan puasa tahun kemarin, ini saat yang tepat untuk ‘membalasnya’.

3. Waktunya berbagi

Saat kita melakukan social distancing dengan #DiRumahAja, pengeluaran yang biasanya kita gunakan untuk jatah buka puasa bersama nggak terpakai. Gunakan jatah jajan kamu buat disedekahkan ke orang yang lebih membutuhkan. Misalnya kamu bisa menyisihkan uang jajan ke donasi yang digelar online atau sesederhana berbagi dengan orang-orang yang kamu temui sehari-hari. Misalnya ojek online yang nganterin jajanan online kamu atau tukang sayur di dekat rumah yang masih bekerja di tengah pandemi COVID-19. Berbagi itu indah.

4. Silaturahim via Video Call

Kalau kangen sama teman-teman atau keluarga jauh dan ingin buka puasa bareng, jadwalkan saja agenda buka puasa bersama virtual. Manfaatkan teknologi video call terus undang mereka untuk berbagi serunya momen ramadhan tahun ini. Kamu bisa bikin agenda video call satu jam sebelum buka puasa untuk ngabuburit seru. Misalnya ngaji bersama secara online. Daripada momen ngabuburit dipakai buat scrolling akun gosip, lebih baik silaturahmi kan?

5. Dekatkan diri ke Al Quran

Ketika melewati ketakutan dan kesulitan, lebih penting dari sebelumnya untuk terhubung dengan Allah melalui Kitab-Nya. Al quran benar-benar pesan abadi dan ada sesuatu di dalamnya untuk membantu kita melalui setiap situasi.

Untuk itulah saat ini adalah waktu yang tepat untuk membiasakan diri membaca Al quran lebih sering sehingga kita dapat terus membacanya setiap hari di bulan Ramadhan. Membaca Alquran juga merupakan kegiatan independen yang dapat dilakukan terlepas dari apakah kita dapat berkumpul dalam kelompok besar atau tidak.
Sehingga hal itu merupakan praktik yang baik dan praktis untuk mengikuti perkembangan di saat seperti ini. Konsistensi adalah kunci dalam membentuk kebiasaan. Jika Anda ingin akhirnya membaca satu juz Alquran per hari atau setengahnya, maka mulailah pelan-pelan dan tingkatkan ke jumlah itu hingga mampu.
Hal utama adalah membiasakan membaca secara harian, bahkan jika itu kurang dari yang kita harapkan dari diri kita sendiri, dan teruskan dari sana. Umat Islam bahkan diberi tahu bahwa perbuatan terbaik adalah yang dilakukan secara konsisten, meskipun tindakannya kecil.



Umum Lainnya



Berikan Komentar Via Facebook