CALL CENTER
(021) 837-95-216 / 0821-26-252-252
FOLLOW
@MIHRABQOLBI
LIKE FANPAGE
MIHRABQOLBI
Umum

Puasa Bagi Penderita Maag

Oleh | Senin, 06 April 2020 16:32 WIB | 82 Views
Puasa Bagi Penderita Maag

Sakit maag adalah rasa nyeri dan tidak nyaman pada lambung yang disebabkan oleh sejumlah kondisi. Umumnya sakit maag disebabkan oleh luka terbuka yang terjadi di lapisan dalam lambung(tukak lambung), infeksi bakteri Helibacter pylori, efek samping konsumsi obat anti inflamasi nonsteroid atau stress.

Sebenarnya ada banyak faktor yang bisa memicu kambuhnya sakit maag, termasuk pola makan tidak teratur, mengonsumsi makanan yang mengandung gas, pedas, lemak, lalu ada stres dan emosi juga ikut mempengaruhi. Berpuasa selama Ramadhan memang terasa berat bagi penderita maag yang kerap untuk makan tepat waktu. Tapi, bukan berarti penderita maaf tidak boleh berpuasa.

Menurut Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, konsultan saluran pencernaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, yang kami kutip dari health detik.,” (Penderita maag) boleh (berpuasa), justru lebih baik." Tapi tidak semua penderita maag diperbolehkan berpuasa. Dr Ari menjelaskan bahwa ada dua penderita sakit maag, pertama adalah maag fungsional dan maag organik.

Maag fungsional terjadi jika penderitanya makan tidak teratur, makan makanan berlemak, minuman bersoda, kopi, stres dan merokok, tanpa ada kerusakan berarti di dalam lambung. Sedangkan maag organik terjadi karena adanya sesuatu yang tidak normal di dalam lambung, seperti tukak lambung, tukak usus duabelas jari, GERD (Gastroesophageal reflux disease), polip atau kanker di kerongkongan, usus duabelas jari dan lambung.

Masih menurut Dr Ari di detik, "Sakit maag fungsional akan membaik jika berpuasa. Biasanya kalau siang ngemil cokelat, minum kopi padahal paginya di rumah sudah ngopi 2 gelas, nanti sore ngemil lagi, cokelat atau keripik pedas. Kan sebenarnya itu yang bikin maag. Nah, saat berpuasa makannya jadi teratur, mengurangi makan camilan yang berlemak, mengurangi rokok, mengurangi minum kopi dan minuman bersoda dan pengendalian diri, misalnya seperti banyak berzikir. Itu akan membuat maag-nya jadi sembuh. Sedangkan pada maag organik, untuk berpuasa memang perlu dikonsultasikan dulu dengan dokter.”

Namun jika pasien sakit maag organik yang sedang mengalami perdarahan lambung dengan gejala muntah darah atau buang air besar hitam, muntah berulang dan setiap makan muntah memang tidak diperbolehkan puasa. Bahka mereka harus dirawat di rumah sakit untuk mengatasi gangguan sakit maagnya tersebut. Pasien dengan kanker saluran cerna juga tidak dianjurkan untuk berpuasa.

Bila kamu memiliki sakit maag, lakukanlah beberapa tips berikut ini saat berpuasa, agar ibadah puasa kamu lancar:

1. Makan secukupnya dan jangan berlebihan

Jangan makan terlalu banyak dalam satu waktu karena dapat membuat lambung bekerja lebih keras. Hal ini dapat memicu munculnya keluhan berupa perut begah dan terasa penuh. Makan dan minum saat berbuka dan sahur secukupnya.

Saat berbuka, awali dengan mengonsumsi makanan yang ringan dulu, kemudian baru melanjutkan dengan makan besar. Jika kamu masih lapar setelah berbuka, misalnya setelah salat tarawih, cukup konsumsi camilan ringan yang sehat, seperti granola, atau biskuit.

2. Jangan makan terburu-buru

Selama menjalani ibadah puasa, terkadang mungkin kamu terlambat bangun saat sahur. Jangan terburu-buru menghabiskan makanan. Selain itu, hindari makan sembari mengobrol. Kebiasaan makan terlalu cepat, apalagi sambil mengobrol, bisa membuat banyak udara masuk ke saluran cerna dan memicu sakit maag. Maka dari itu, usahakan untuk  bangun lebih dini hari, agar bisa bersantap sahur dengan tenang dan perlahan. Aturlah jam tidur, hindari begadang pada malam hari agar kamu bisa bangun sahur tepat waktu dan segar. 

3. Pantangan makanan / minuman

Sebisa mungkin hindari mengonsumsi makanan yang berpotensi memicu sakit maag, baik saat sahur maupun berbuka. Makanan yang bisa memicu maag, antara lain

  1. Makanan asam, seperti jeruk, limau, lemon, cuka dan lain-lain
  2. Buah-buahan dan sayuran yang menghasilkan gas, seperti kedondong, dan berbagai jenis buah-buahan yang dikeringkan. Untuk sayuran seperti kol, sawi, atau kubis, kacang-kacangan, Nangka dan lain sebagainya
  3. Makanan pedas
  4. Makanan dari olahan susu tinggi lemak, seperti mentega atau yoghurt
  5. Cokelat
  6. Makanan berminyak, seperti gorengan, dan lain sebagainya
  7. Hindari minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, soda, dan minuman berenergi
  8. Rokok dapat meningkatkan resiko maag, disarankan untuk berhenti merokok

4. Pilih makanan yang tepat

Saat berbuka dan sahur, pilihlah sajian yang cocok dikonsumsi penderita sakit maag, seperti nasi dan oatmeal. Jenis karbohidrat yang terkandung dalam makanan ini dapat mengurangi risiko munculnya keluhan maag, karena dapat menyerap asam lambung berlebih.

Konsumsilah buah yang tidak asam, seperti apel, pisang, dan pir; serta daging rendah lemak, seperti dada ayam dan ikan. Selain itu, disarankan untuk memasak makanan dengan cara dipanggang, dikukus, atau direbus. Sebaiknya jangan mengolah makanan dengan cara menggoreng, agar kadar minyak dalam makanan tidak tinggi.

Kurma merupakan sumber yang bagus untuk karbohidrat, serat, kalium dan magnesium. Pisang juga pilihan alternatif selain kurma. Makanan yang dipanggang lebih disarankan dibandingkan dengan makanan yang digoreng dan berlemak.

5. Hindari tidur setelah makan

Setelah sahur, kamu mungkin masih mengantuk dan ingin kembali tidur. Namun, sebaiknya jangan langsung tidur setelah makan. Hal ini karena langsung tidur setelah makan juga bisa memicu sakit maag.

Namun bila rasa kantuk tidak tertahankan, Kamu bisa tidur dengan posisi setengah duduk. Jadi, posisi kepala dan bahu tetap lebih tinggi daripada perut. Caranya adalah dengan menyangga kepala dan bahu dengan tumpukan bantal. Posisi ini dapat mencegah makanan kembali ke kerongkongan.

Hikmah lain dari makanlah secukupnya adalah untuk menghindari tidur cepat. Kadang dengan banyaknya makanan yang disantap membuat perut perlu bekerja lebih keras sehingga mengirim pesan ke otak agar tubuhmu perlu tidur lebih cepat sehingga energinya bisa dikerahkan untuk mencerna makanan. Maka dari itu, makanlah secukupnya, hindari makan secara berlebihan.

6. Kendalikan emosi

Saat berpuasa, sebisa mungkin kendalikanlah emosi dan kelola stres yang kamu alami dengan cara yang positif. Hal ini karena tujuan berpuasa bukan hanya untuk menahan rasa lapar, namun juga hawa nafsu, seperti emosi marah dan sedih. Selain berpahala, hal ini dapat menurunkan risiko munculnya keluhan sakit maag.

Bila keluhan masih juga muncul meski kamu telah menerapkan tips puasa bagi penderita sakit maag seperti yang telah dijelaskan di atas, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.



Umum Lainnya



Berikan Komentar Via Facebook