CALL CENTER
(021) 837-95-216 / 0821-26-252-252
FOLLOW
@MIHRABQOLBI
LIKE FANPAGE
MIHRABQOLBI
Umum

Adab Berada di Masjid

Oleh | Minggu, 22 Maret 2020 08:10 WIB | 32 Views
Adab Berada di Masjid

Masjid adalah tempat suci bagi umat Islam. Masjid menjadi tempat umat Islam untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT, sehingga kebersihan masjid harus selalu terjaga. Selain itu, masjid memiliki kedudukan yang utama di mata umat muslim karena selain menjadi tempat bersatunya umat Islam dalam shalat berjamaah, aktivitas sosial lain juga tercipta disini.  Umat Islam senantiasa akan mulia manakala kembali memakmurkan masjid seperti halnya generasi salaf dahulu.

Sebagai rumah ibadah umat Islam yang mempunyai peranan vital, ada beberapa adab ketika berada di Masjid yang mesti diperhatikan, antara lain.

1.   Berpakaian Indah Ketika Mengunjungi Masjid

Adab pertama ketika berada di dalam masjid adalah berpakaian secara layak. Hal ini merujuk pada firman Allah dalam Al-Quran,

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih - lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang - orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al A’raaf ayat 31)

Dalam ayat tersebut, Allah dengan jelas memerintahkan kita untuk menggunakan pakaian yang indah dan tentu saja menutup aurat dan terbebas dari najis setiap kali berkunjung ke dalam masjid.

2.   Masuk Kaki Kanan, Keluar Kaki Kiri

Dahulukan kaki kanan ketika masuk dan kaki kiri ketika keluar masjid. Adab ini tidak hanya berlaku di masjid, tapi juga di semua tempat yang tergolong baik.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukai mendahulukan yang kanan ketika memakai sendal, ketika menyisir rambut dan ketika bersuci, juga dalam setiap perkara (yang baik-baik).” (HR. Bukhari no. 186 dan Muslim no. 268)

Hadist tersebut menunjukkan bahwa suatu perkara yang mulia, indah, dan tergolong ibadah maka disyariatkan untuk dimulai dari yang kanan terlebih dahulu.

3.   Shalat Tahiyatul Masjid

Adab selanjutnya adalah melaksanakan shalat tahiyatul masjid. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda

Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk“ (HR. Bukhari no. 537 dan Muslim no. 714)

Shalat tahiyatul masjid adalah shalat dua rakaat sebelum duduk di dalam masjid. Shalat apapun yang dikerjakan sebelum duduk termasuk kedalam tahiyatul masjid.

4.   Beri’tikaf

I’tikaf berarti berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah dan bermuhasabah atas perbuatan - perbuatannya. Adab ini sangat disukai oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, semasa hidupnya beliau senantiasa beri'tikaf dengan cara beribadah seperti shalat, dzikir, berdoa, dan membaca Al-Quran.

I’tikaf identik dengan kegiatan ibadah di 10 hari terakhir bulan ramadhan, meskipun demikian sebaiknya I’tikaf dilakukan oleh setiap umat Islam yang berkunjung ke masjid. Hendaknya seseorang melakukan I’tikaf sambil menunggu masuknya waktu shalat atau setelah shalat.

5.   Jaga Kebersihan

Masjid merupakan tempat ibadah bersama dan kebersihannya harus dijaga dengan baik agar ibadah di dalamnya menjadi sah dan khusyuk. Hal yang menyebabkan atau membawa najis harus dihindari ketika berada di dalam masjid.

Bukan hanya kebersihan masjid saja yang harus dijaga, namun juga kebersihan diri sendiri ketika mengunjungi masjid. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

Barang siapa yang memakan dari tanaman ini (sejenis bawang dan semisalnya), maka janganlah ia mendekati masjid kami, karena sesungguhnya malaikat terganggu dengan bau tersebut, sebagaimana manusia” (HR. Bukhari no. 854 dan Muslim no. 1564).

Hadist tersebut menunjukkan bahwa segala sesuatu yang membuat mulut berbau tidak sedap harus dihindari. Selain bawang, benda seperti jengkol, pete, dan merokok juga harus dihindari. Apabila seseorang terlanjur mengkonsumsi makanan tersebut dan hendak pergi ke masjid maka sebaiknya ia menghilangkan bau mulutnya dengan menyikat gigi terlebih dahulu.

6.   Jaga Ketenangan Masjid

Menjaga ketenangan masjid. Masjid harus bebas dari hal-hal yang mengganggu keheningan dan ketenangan di dalamnya. Ketika berada di dalam masjid hendaknya seseorang duduk dengan sopan, tidak bersuara tinggi, tidak bermain-main, serta menjaga ucapan dari perkataan yang tidak layak.

7.   Dilarang Lewat di Depan Orang Shalat

Adab selanjutnya ketika berada di Masjid adalah jangan sampai melewati orang yang sedang shalat karena sesungguhnya dosa lewat di depan orang yang shalat sangatlah besar.

Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

Seandainya orang yang lewat di depan orang yang shalat mengetahui (dosa) yang ditanggungnya, niscaya ia memilih untuk berhenti selama 40 (tahun), itu lebih baik baginya daripada lewat di depan orang yang sedang shalat” (HR Bukhari no. 510 dan Muslim no. 1132)

Biasanya di masjid terdapat sutrah berupa papan yang menjadi pembatas atau kamu bisa membuat sutrah kamu sendiri, seperti meletakan tas di depannya. Seseorang tidak dianggap melewati orang yang sedang shalat jika ia tidak lewat di antara sutrah dengan orang yang shalat. Adapun orang yang sedang shalat harus mencegah orang lain yang akan lewat di depannya.

8. Dilarang Mengganggu Orang Yang Beribadah Di Masjid

Orang yang sedang menjalankan ibadah di dalam masjid membutuhkan ketenangan sehingga dilarang mengganggu kekhusyukan mereka, baik dengan ucapan maupun perbuatan. Di antara kesalahan yang sering terjadi, membaca ayat secara nyaring di masjid sehingga mengganggu shalat dan bacaan orang lain [49].

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Alquran. Atau beliau berkata, “Dalam shalat” [50].

9.  Orang yang junub, wanita haid atau nifas tidak boleh masuk masjid

Allah berfirman, “(Dan jangan pula menghampiri masjid), sedang kamu dalam keadaan junub, kecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi,” (QS An Nisa: 43)

‘Aisyah meriwayatkan, bahwa Rasulullah telah bersabda kepadanya, “Ambilkan buat saya kain alas dari masjud.” Aisyah menjawab, “Sesungguhnya aku haid.” Nabi bersabda,”Sesungguhnya haidmu bukan di tanganmu,” (HR Muslim)

Sekarang kamu sudah tahu adab-adab saat berada di dalam masjid. Semoga kita selalu ingat dengan adab-adab di atas, dan tentu yang terpenting segera mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari.

 



Umum Lainnya



Berikan Komentar Via Facebook