CALL CENTER
(021) 837-95-216 / 0821-26-252-252
FOLLOW
@MIHRABQOLBI
LIKE FANPAGE
MIHRABQOLBI
Umum

Harap diingat, 8 Hal Ini Yang Membatalkan Puasa

Oleh | Minggu, 15 Maret 2020 23:22 WIB | 49 Views
Harap diingat, 8 Hal Ini Yang Membatalkan Puasa

Puasa Ramadhan 1441 H akan jatuh di bulan April 2020, kamu sudah siap untuk menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh? Selain harus banyak-banyak beribadah, kamu juga harus menahan emosi dan bersabar, karena puasa Ramadhan ini tentu saja akan menjadi ladang amal untukmu.

Saat menjalankan ibadah puasa ramadhan nanti, selain harus menjalankan kewajiban puasa, seorang muslim juga harus menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Mari kita,  ingat-ingat lagi hal yang membatalkan puasa dan hal makruh lainnya yang bisa membatalkan puasa.

1. Memasukan Sesuatu ke dalam lubang tubuh secara sengaja

Hal pertama yang membatalkan puasa adalah ketika adanya benda yang masuk ke dalam salah satu lubang yang berpangkal pada organ bagian dalam, pada istilah fiqih disebut dengan jauf. Lubang ini antara lain seperti mulut, telinga, dan hidung. Benda tersebut masuk ke dalam lubang dengan kesengajaan dari diri seseorang.

Puasa menjadi batal ketika terdapat benda, baik itu dalam bentuk makanan, minuman, atau benda lain yang sampai pada tenggorokan. Namun, menjadi tidak batal apabila benda tersebut masih berada di dalam mulut dan tidak ada sedikit pun bagian dari benda itu yang sampai pada tenggorokan.

Lain halnya dengan benda yang masuk ke dalam jauf seseorang yang sedang berpuasa yang dilakukan dalam keadaan lupa atau tidak disengaja, dan kamu belum mengerti bahwa masuknya benda pada jauf adalah hal yang dapat membatalkan puasa. Kalau kamu dalam keadaan demikian, puasa yang kamu jalankan tetap dihukumi sah.

2. Mengobati dengan Cara Memasukkan Obat ke Dalam Bagian Tubuh

Hal hal yang membatalkan puasa selanjutnya adalah mengobati dengan cara memasukkan benda atau obat atau benda lain pada salah satu dari dua jalan (qubul dan dubur). Misalnya saja saat pengobatan bagi orang yang sedang mengalami ambeien dan juga bagi orang yang sakit dengan memasang kateter urin, maka dua hal tersebut dapat membatalkan puasa. 

3. Muntah yang Disengaja

Hal hal yang membatalkan puasa yang ketiga adalah muntah dengan sengaja. Jika kamu muntah tanpa disengaja atau muntah secara tiba-tiba maka puasanya tetap dihukumi sah selama tidak ada sedikit pun dari muntahannya yang tertelan kembali. Kalau muntahannya tertelan dengan sengaja, maka puasanya dihukumi batal.

4. Melakukan Hubungan seksual dengan Lawan Jenis dengan Sengaja

Hal yang membatalkan puasa keempat adalah dengan melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis yang disengaja. Bahkan, dalam konteks ini terdapat ketentuan khusus: puasa seseorang tidak hanya batal dan tapi ia juga dikenai denda atas perbuatannya. Denda ini adalah dengan berpuasa selama dua bulan berturut-turut.

Jika kamu tidak mampu, maka wajib memberi makanan pokok senilai satu mud (0,6 kilogram beras atau tiga seperempat liter beras) kepada 60 fakir miskin. Hal ini tak lain bertujuan sebagai ganti atas dosa yang dilkaukan berupa berhubungan seksual pada saat puasa.

5. Keluarnya Air Mani yang Disebabkan Bersentuhan Kulit

Keluarnya air mani (sperma) disebabkan bersentuhan kulit. Misalnya, mani keluar akibat onani atau sebab bersentuhan dengan lawan jenis tanpa adanya hubungan seksual. Berbeda halnya ketika mani keluar yang dikarenakan mimpi basah maka dalam keadaan demikian puasa tetap dihukumi sah.

6. Mengalami Haid atau Nifas Saat Puasa

Hal yang membatalkan puasa yang satu ini hanya dialami oleh perempuan saja. Selain dihukumi batal puasanya, orang yang mengalami haid atau nifas berkewajiban untuk mengqadha puasanya.

Dalam hal ini puasa memiliki konsekuensi yang berbeda dengan shalat dalam hal berkewajiban untuk mengqadha. Sebab dalam shalat orang yang haid atau nifas tidak diwajibkan untuk mengqadha shalat yang ditinggalkan pada masa haid atau nifas.

7. Murtad Saat Puasa

Murtad adalah keluarnya seseorang dari agama Islam. Misalnya orang yang sedang puasa, tiba-tiba mengingkari keesaan Allah SWT. Di samping batal puasanya, juga berkewajiban untuk segera mengucapkan syahadat serta mengqadha puasanya.

8. Kondisi Gila atau hilang akal

Gila atau hilang akal pada saat menjalankan ibadah puasa juga merupakan hal hal yang membatalkan puasa. Saat hal ini terjadi pada seseorang di pertengahan pelaksanaan puasa, maka puasa yang dijalankan akan dihukumi batal.

Demikian ulasan kami mengenai perkara-perkara yang membatalkan puasa. Semoga bermanfaat.



Umum Lainnya



Berikan Komentar Via Facebook