CALL CENTER
(021) 837-95-216 / 0821-26-252-252
FOLLOW
@MIHRABQOLBI
LIKE FANPAGE
MIHRABQOLBI
Umum

Umroh Bersama Lansia

Oleh | Jum'at, 13 Maret 2020 08:55 WIB | 49 Views
Umroh Bersama Lansia

Terdapat banyak orang yang mengantri lama untuk berangkat umroh. Tak sedikit di antaranya adalah orang-orang yang ingin membawa orang tuanya ikut serta atau memang orang tua lanjut usia (lansia) yang belum mendapatkan giliran untuk pergi ke Mekkah dan Madinah.

Di usia yang sudah lanjut, stamina dan kesehatan merupakan hal paling krusial untuk diperhatikan, apalagi dalam menjalani kegiatan umroh yang membutuhkan banyak tenaga. Membayangkan Ka’bah dan masjidil Nabawi yang selalu penuh pasti sedikit bingung kan, bagaimana caranya agar lansia tetap aman dan merasa nyaman ketika sedang menjalani ibadah umroh?

Jika kamu memiliki orang tua yang sudah lansia dan ingin mengajak mereka pergi ke Tanah Suci, tidak perlu khawatir. Kami menyusun beberapa tips umroh bersama lansia agar perjalanan dapat berlangsung dengan lancar.

Persiapan Umroh Bersama Lansia

1. Persiapkan Rencana dengan Matang

Ketika ingin pergi perjalanaan jauh termasuk umroh, persiapan merupakan salah satu aspek paling penting yang perlu dipikirkan matang-matang. Apalagi jika bersama lansia yang membutuhkan perhatian dan perawatan ekstra.

Pastikan kamu sudah mengenal kondisi orangtua lansia yang akan kamu ikutsertakan. Periksa juga kondisi kesehatan di dokter dan minta pendapatnya. Sebelum berangkat, pastikan semua kebutuhan sudah terpenuhi dan tidak lupa kondisi lansia harus cukup fit untuk ikut pergi umroh.

2. Bawa Kursi Roda
Bagi lansia yang tidak kuat berjalan kaki bisa menggunakan kursi roda, setidaknya untuk kegiatan berat seperti umroh agar tidak kelelahan berjalan kaki. Untuk beribadah, seperti Sa’i terdapat jalur khusus lansia atau siapa pun yang menggunakan kursi roda agar tidak perlu berdesak-desakan dan ibadah jadi lebih nyaman.

Ada baiknya membawa kursi roda dari rumah agar sudah pasti kenyamanannya. Sesampai di bandara, minta pihak travel untuk membungkus kursi roda agar bisa masuk ke dalam bagasi pesawat. Jika memang tidak punya kursi roda dan dirasa perlu, kamu bisa menyewakan kursi roda dari pihak travel atau pihak maskapai dengan biaya tambahan agar lebih mudah. kamu juga bisa menggunakan jasa kursi roda yang sudah disediakan di tempat tujuan.

3. Pilih Penerbangan Langsung

Tips ini sangat krusial untuk menjaga stamina lansia. Dengan lama penerbangan yang kurang lebih mencapai 10 jam, akan sangat bijak untuk memilih penerbangan langsung, biasanya ke Madinah yang lebih cepat, agar lansia tidak terlalu lelah selama perjalanan. Selain itu, penerbangan langsung tidak akan begitu merepotkan dengan harus naik-turun pesawat berulang kali.

Namun penerbangan langsung biasanya membutuhkan harga yang lebih ekstra, mengingat tiket pesawat rute langsung Madinah biasanya lebih mahal dan terbatas jumlah pesawat dan maskapainya. Jadi jika kamu memilih alternatif penerbangan langsung, wajib siapkan budget lebih.

4. Komunikasi dengan Travel Umroh

Jika membawa lansia, ada baiknya mengabari pihak travel agar mereka dapat mengatur akomodasi keberangkatan dan kepulangan. Hal ini perlu dilakukan agar kamu bisa mendapat kemudahan baik dari segi pelayanan khusus maupun logistik seperti urusan kursi roda di bagasi maupun saat ibadah nanti.

5. Perhatikan Kesehatan Lansia

Ini sangat penting, karena biasanya kesehatan lansia sudah mulai menurun dan tidak seprima orang dewasa biasa. Jika lansia sudah kelelahan, cari tempat beristirahat yang teduh dan sejuk di wilayah masjid agar tidak perlu bolak-balik ke hotel dan kelewatan jadwal sholat berikutnya. Jangan lupa untuk membawa obat-obatan penting yang harus dikonsumsi lansia.

Jangan memaksakan ibadah atau agenda tertentu kepada lansia untuk menghindari kelelahan yang berlebihan. Untuk para pendamping lansia hendaknya perlu mengetahui jam makan di hotel agar bisa disinkron antara ibadah dengan makan di hotel.

6. Didampingi Sesama Jenis

Supaya kondisi lansia dapat selalu dimonitor, pastikan bahwa lansia selalu didampingi dalam kondisi apa pun. Kalau bisa pendampingnya sejenis kelamin, untuk mempermudah ketika ingin didampingi salat, karena saf salat pria dan wanita dipisahkan.

Misalkan, lansia yang dibawa adalah wanita. Maka, pendampingnya harus lah anak atau saudara perempuan. Sebaliknya, jika lansia laki-laki, maka pendampingnya yaitu anak atau saudara pria.

7. Kenali Masa Kelelahan Lansia

 Biasanya jamaah akan merasa sangat lelah ketika baru sampai di Arab Saudi, apalagi saat mengantri di imigrasi bandara. Selain itu, jemaah lansia umumnya merasakan kelelahan setelah melakukan perjalanan panjang dari kota Madinah ke Mekah maupun sebaliknya. Hal ini disebabkan jarak dari Kota Madinah ke Mekah yang cukup jauh, yakni sekitar 450 km atau 5 jam perjalanan dengan menggunakan bus. Masa kelelahan juga akan terjadi ketika memasuki tahapan ibadah umroh seperti tawaf, dan sai

8. Siapkan Keperluan Khusus Lansia

Terakhir adalah agar mempersiapkan barang-barang selalu dibutuhkan khusus lansian. Terutama jika berkaitan dengan toilet atau kebutuhan privat lainnya. Agar memudahkan prosesnya selalu membawa persediaan yang harus wajib dibawanya seperti popok, kursi roda, kursi toilet khusus lansia. Kemudian baju dingin dan baju hangat.

Sekedar catatan, kalau untuk lansia yang jarang atau baru pertama kali naik pesawat, pakailah pakaian yang hangat untuk menangkal dinginya udara AC pesawat.

Saat di perjalanan dari Mekah ke Madinah maupun sebaliknya, biasanya bus akan berhenti untuk istirahat di rest area. manfaatkan waktu istirahat ini dengan baik.

Sekian tips umroh bersama lansia. Semoga bermanfaat



Umum Lainnya



Berikan Komentar Via Facebook