CALL CENTER
(021) 837-95-216 / 0821-26-252-252
FOLLOW
@MIHRABQOLBI
LIKE FANPAGE
MIHRABQOLBI
Umum

Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan Yang Sangat Mudah Dikerjakan

Oleh | Minggu, 08 Maret 2020 21:59 WIB | 51 Views
Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan Yang Sangat Mudah Dikerjakan

Ramadhan merupakan bulan istimewa dibanding bulan lainnya. Ramadhan merupakan kesempatan bagi umat muslim untuk memperbaiki diri, menghapus dosa, dan menambah amalan. Pada bulan ramadhan, mungkin  sebagian umat muslim terjebak dalam rutinitas yang sifatnya monoton dimulai dari sahur, shalat subuh, bekerja, shalat wajib, buka puasa, lalu shalat tarawih, dan diakhiri dengan istirahat malam.

Rutinitas tersebut seakan-akan membuat muslim hanya berkutat bagi ibadah yang sifatnya wajib dan sedikit mengamalkan sunnah ibadah lainnya. Padahal  dimulai dari bangun tidur sampai tidur kembali, ada banyak amalan sunnah yang bisa dipraktikan selama ramadhan. Berikut kami jabarkan amalan sunnah saat ramadhan yang kami rangkum dari berbagai sumber.

1. Membaca Al Quran

Amalan sunnah saat ramadhan yang pertama adalah membaca Al Quran. Amalan ini sangat mudah dilakukan saat waktu luang, entah itu saat berada di dalam kendaraan, sebelum atau sesudah shalat wajib, atau menjelang berbuka puasa. Jika seseorang berpuasa namun tidak menfokuskan diri dalam membaca Al quran perumpamaannya seperti orang yang sedang makan hanya untuk bertahan hidup bukan “makan sambil menikmati hidup”. Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 185

“Beberapa hari yang ditentukan oleh ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan – penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara hak dengan yang batil).”

2. Shalat Dhuha

“Barang siapa yang menjaga shalat dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni sebanyak buih di lautan (HR Ibnu Majah).

3. Menahan diri dan hawa nafsu

Meskipun bukan termasuk kategori yang membatalkan puasa. Menahan lisan dari perkara yang tidak berguna apalagi perkara haram, seperti berbohong, mengumpat hendaknya perlu dijaga karena bisa menggugurkan pahala dan membuat ibadah puasa kita seperti sia-sia. Selain menahan diri dan hawa nafsu termasuk esensi dari ibadah puasa tersebut.

4. Sedekah

Sedekah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain secara sukarela dengan hati ikhlas tanpa dibatasi dengan jumlah dan waktu. Salah satu sedekah yang biasa dilakukan adalah memberikan makan berbuka puasa kepada orang berpuasa. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Siapa saja yang memberi makanan berbuka kepada seorang yang berpuasa, maka dicatat baginya pahala seperti orang puasa itu, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa tersebut,” (HR Ahmad).  

5. Shalat Tarawih

Shalat tarawih merupakan shalat sunnah yang biasa dikerjakan saat bulan ramadhan yang juga berarti termasuk amalan sunnah saat ramadhan. Sejarah shalat tarawih berjamaah sebenarnya dimulai dari zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada malam bulan ramadhan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi masjid dan melaksanakan shalat malam dan hal ini diikuti oleh sahabat. Lambat laun semakin banyak sahabat yang ingin mengikuti shalat malam dalam masjid bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  hingga suatu malam beliau tidak datang dan keesokan harinya beliau bersabda bahwa beliau takut umatnya akan mengira shalat tarawih ini hukumnya wajib. Hal ini dikuatkan oleh hadits dari Imam Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya aku lihat apa yang kalian perbuat tadi malam. Tapi aku tidak datang ke masjid karena aku takut sekali kalau shalat ini diwajibkan pada kalian’. Siti ‘Aisyah berkata: ‘Hal itu terjadi pada bulan Ramadhan’,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mayoritas ulama berpendapat shalat tarawih dilaksanakan secara jamaah sebagaimana yang dilakukan oleh Umar bin khattab dan para sahabat lainnya. Umat muslim terus menerus melakukan shalat tarawih secara berjamaah karena merupakan syiar Islam yang begitu tampak.

6. Menyegerakan berbuka puasa

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari & Muslim)

Ketika matahari sudah tenggelam atau ditandai dengan berkumandangnya azan Maghrib, hendaknya segeralah berbuka tanpa perlu menunggu azan hingga selesai maupun selesai shalat Magrib. Karena seperti apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau biasa berbuka puasa sebelum menunaikan ibadah shalat Maghrib dan tidak menunggu hingga shalat Maghrib selesai dikerjakan.

7. Berbuka puasa dengan kurma

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anha berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air. (HR. Abu Daud dan Ahmad).

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits tersebut hendaklah berbuka dengan kurma basah, jika tidak ada kurma basah, dengan kurma kering. Jika tidak ada keduanya, bisa  digantikan dengan makanan yang manis-manis sebagai pemulih energi setelah sehari menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Namun bila diantara pilihan ketiga tersebut tidak ada, cukup dengan seteguk air sudah mengikuti adab-adab berbuka puasa yang baik.

8. Itikaf di Masjid

Itikaf artinya berdiam diri di Masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata-mata berniat ibadah kepada Allah SWT. Apalagi saat ramadhan, itikaf merupakan amalan sunnah yang dianjurkan dan telah dilakukan oleh Rasulullullah shallalahu’alaihi wa sallam. Berdasarkan pada hadits :

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari dan Muslim)

9.  Zakat fitrah

Zakat fitrah dikenal pula dengan sebutan zakat puasa, atau zakat fitri, karena masa untuk menyempurnakannya adalah pada akhir Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: "Dari Ibnu Abbas Ra bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perkataan yang tidak berguna dan kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Maka barangsiapa yang mengeluarkannya sebelum sholat, ia menjadi zakat yang diterima dan barangsiapa mengeluarkannya setelah shalat, ia menjadi sedekah biasa." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Tujuannya untuk mensucikan orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir miskin. Sesuai dengan firman Allah SWT di Surat At Taubah ayat 103

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan doakanlah mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allâh Maha mendengar lagi Maha mengetahui". (QS. At-Taubah)

Demikian tulisan kami mengenai amalan sunnah saat ramadhan, perlu kembali digarisbawahi bahwa bulan ramadhan merupakan bulan perlombaan mengejar kebaikan sehingga setiap amalan-amalan kebaikan selalu dibalas berkali-kali lipat oleh Allah SWT. Pergunakanlah momen ramadhan sebaik mungkin.

 



Umum Lainnya



Berikan Komentar Via Facebook