CALL CENTER
(021) 837-95-216 / 0821-26-252-252
FOLLOW
@MIHRABQOLBI
LIKE FANPAGE
MIHRABQOLBI
Umum

Adab Berbuka puasa yang sering terlewat

Oleh | Selasa, 03 Maret 2020 09:54 WIB | 1.226 Views
Adab Berbuka puasa yang sering terlewat

Salah satu kenikmatan dalam puasa ramadhan adalah berbuka puasa. Setelah beberapa jam menahan lapar dan haus maka berbuka puasa merupakan hal yang selalu dinantikan oleh umat muslim dunia.

Tidak sabarnya ingin segera berbuka, banyak hal yang dilewatkan untuk melakukan adab-adab atau tata cara ketika berbuka puasa. Penulis akan membahas adab berbuka puasa yang kami rangkum dari berbagai sumber.

1. Menyegerakan berbuka puasa

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari & Muslim)

Ketika matahari sudah tenggelam atau ditandai dengan berkumandangnya azan Maghrib, hendaknya segeralah berbuka tanpa perlu menunggu azan hingga selesai maupun selesai shalat Magrib. Karena seperti apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau biasa berbuka puasa sebelum menunaikan ibadah shalat Maghrib dan tidak menunggu hingga shalat Maghrib selesai dikerjakan.

2. Berbuka dengan Kurma atau Seteguk Air

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anha berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air. (HR. Abu Daud dan Ahmad).

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits tersebut hendaklah berbuka dengan kurma basah, jika tidak ada kurma basah, dengan kurma kering. Jika tidak ada keduanya, bisa  digantikan dengan makanan yang manis-manis sebagai pemulih energi setelah sehari menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Namun bila diantara pilihan ketiga tersebut tidak ada, cukup dengan seteguk air sudah mengikuti adab-adab berbuka puasa yang baik.

3. Sebelum Berbuka Membaca Bismillah dan Berdoa Ketika Berbuka Puasa

Dari Aisyah radhiyallahu anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala (yaitu membaca bismillah). Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi).

Sebagaimana dikatakan oleh hadits tersebut, ketika akan membatalkan puasa, hendaknya sebelum memakan makana­n berbuka mengucapkan bismillah. Baru kemudian menyantap makanan berbuka. Setelah selesai tidak lupa untuk berdoa seperti apa yang dikatakan Umar radhiyallahu ‘anhuma tentang doa yang diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam ketika telah selesai berbuka puasa:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam ketika telah berbuka mengucapkan: Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya rasa haus telah hilang dan urat – urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah).” (HR. Abu Daud ).

4. Memanjatkan Doa Secara Umum Ketika Berbuka

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Doa orang yang terdzolimi.” ( HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Ketika berbuka puasa adalah salah satu waktu mustajabnya doa. Jadi jangan sampai kita melewatkan untuk berdoa kepada Allah SWT.

5. Tidak berlebihan dalam berbuka puasa

Berbuka puasa tidak berarti melahap semua makanan dan minuman secara berlebihan. Makan dan minum secukupnya. Hal ini sesuai dengan surat Al Araf ayat 31 :

“makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan”.

6. Memberikan makanan berbuka untuk orang lain

Suatu perbuatan mulia namun sering terlewat adalah memberikan makanan untuk berbuka puasa pada saudara, kerabatnya maupun orang-orang yang tidak dikenal sekalipun.
Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Demikian tulisan ini mengenai adab berbuka puasa. Sekedar berbagi, menyegerakan berbuka puasa tidak berarti tergesa-gesa. Nikmati hidangan berbuka puasa secukupnya lalu dilanjutkan dengan shalat magrib berjamaah. Anda bisa melanjutkan hidangan besar setelah shalat magrib atau shalat tarawih. Salah satu inti dari puasa ramadhan bukanlah terletak dari hidangan berbuka puasa melainkan kepada seberapa banyak umat muslim bisa memanfaatkan momen ramadhan sebagai sarana perbaikan diri dan meminta ampunan dari Allah SWT.

 



Umum Lainnya



Berikan Komentar Via Facebook