CALL CENTER
(021) 837-95-216 / 0821-26-252-252
FOLLOW
@MIHRABQOLBI
LIKE FANPAGE
MIHRABQOLBI
Umum

Begini caranya Menyiapkan Biaya Naik Haji

Oleh | Selasa, 28 Januari 2020 10:34 WIB | 405 Views
Begini caranya Menyiapkan Biaya Naik Haji

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ

Kalimat tauhid diatas sering kali kita dengar saat pelaksanaan ibadah haji dan umroh. Begitu indahnya ketika bisa melantunkannya ketika menginjakan kaki di tanah suci. Ibadah haji merupakan ibadah impian setiap muslim di Indonesia.

Ibadah haji bukanlah sekedar angan-angan bagi siapapun yang mau berusaha. Ikhtiar bisa saja dalam bentuk menyisihkan pendapatan. Maklum, biaya haji akan terus mengalam perubahan setiap tahunnya.

Tahun 2019, biaya haji reguler yang kami kutip dari detik.com sebesar Rp 35.235.602 sementara untuk haji khusus yang diselenggarakan swasta berizin resmi kemenag bervariasi dari 130 sampai 140 jutaan. Dilihat dari segi keuanganannya, sepertinya cukup mahal. kalau tidak ada perencanaaan maupun komitmen dan pelaksanaan untuk menabung, sampai kapanpun ibadah haji tidak akan terlaksana.

Berikut ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menyiapkan biaya naik haji.

1. Haji Reguler atau Haji Khusus ?

Kamu boleh memilih antara haji reguler atau haji khusus. Keduanya memiliki perbedaan, untuk haji reguler masa tunggu bisa sampai 20 tahun sedangkan haji khusus masa tunggu sampai 7 tahun. Masa tunggu ini berkaitan dengan kemampuan lamanya kamu dalam menabung. Makin lama masa tunggunya maka periode menabung kamu lebih panjang.

Apabila kamu sudah mendaftar di haji reguler dan ingin pindah ke haji khusus, bisa dilakukan dengan berkomunikasi dengan kantor kemenag dan travel haji yang sudah kamu pilih.

2. Siapkan Anggaran

Bagian ini yang paling penting. Pertama kali yang kamu lakukan adalah mengetahui estimasi biaya haji yang dibutuhkan. Besaran ONH setiap tahunnya akan berubah. Seperti diulaskan sebelumnya diatas, biaya haji tahun 2019 Rp 35.235.602 maka buatlah estimasi diatas harga tersebut sebagai jaga-jaga seandainya biaya haji berubah. Hal yang sama juga berlaku untuk haji khusus.

Kamu juga harus mempertimbangkan biaya diluar biaya haji seperti biaya kepengurusan dokumen-dokumen, suntik meningitis, dan transportasi selama kamu menyiapkan dokumen.

Khusus untuk haji khusus, pertimbangkan juga biaya hidup selama di tanah suci, belanja oleh-oleh, biaya transportasi dari rumah ke bandara terutama jika kamu berasal dari luar kota Jakarta. Ingat, yang perlu kamu ketahui biaya ini adalah biaya kasar artinya setiap travel bisa saja berbeda untuk harga paketnya. Di sisi lain, kamu sebagai jamaah haji juga harus cerdas mengelola anggaran. Misalnya, untuk konsumsi sebenarnya sudah ditanggung oleh travel haji dan pemerintah sehingga kamu tak perlu jajan makan di luar hotel. Oleh-oleh sendiri sebenarnya, kembali ke diri mu mau beli seberapa banyak oleh-oleh tersebut.

3. Pisahkan Tabungan Haji dengan Pribadi

Tujuan dari pemisahan tabungan haji dengan tabungan pribadi adalah untuk menghindari pemakaian dana tersebut untuk tujuan-tujuan lain. Untuk haji reguler, kamu bisa memisahkan sejak dari awal pendaftaran haji reguler. Sementara untuk haji khusus, kamu harus membuat rekening sendiri untuk haji khusus ini.

4. Disiplin menabung

Setelah mengetahui target yang perlu kamu jalankan. Kamu perlu menyisihkan sedikit penghasilan mu untuk menabung dengan disiplin dan konsisten. Porsi tabungan yang normal adalah minimal 10 persen dari penghasilan rutin tiap bulan.

Ingat yang diperlukan adalah konsistensi dan disiplin. Tanpa kedua hal tersebut, maka jangan harap tabungan haji bisa mencapai target.

4. Rencanakan waktu keberangkatan

Buat rencana keberangkatan haji misalnya 7 tahun ke depan untuk haji khusus. Maka kamu bisa menargetkan berapa uang yang harus kamu sisihkan untuk mencapai target keberangkatan haji. Sementara, jika haji reguler penentuan keberangkatan ditentukan oleh nomor porsi jamaah haji sendiri.

5. Alternatif penghasilan lain

Jika kamu seorang karyawan yang tergantung dari satu sumber penghasilan, tidak ada salahnya mulai memikirikan sumber penghasilan lain. Misalnya jual beli online dengan barang yang bisa kamu jual belikan secara mandiri. Apabila terjadi kenaikan penjualan tidak ada salahnya kerjasama dengan kerabat keluarga mu untuk mengelola. Tentunya ada pembahasan pembagian hasil.

6. Kembali ke Niat

Allah SWT akan memudahkan setiap jalan kepada umatnya jika disertai dengan niat yang tulus dan ikhlas. Kamu yang berencana beribadah haji dengan dilandasi oleh niat yang tulus dan ikhlas pasti akan dipermudah oleh Allah SWT. Setelah semua perencanaan diatas kamu kerjakan, langkah selanjutnya adalah menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. Setiap kesulitan apapun pasti akan dipermudah oleh Allah SWT.

Demikian tulisan dari kami, semoga bisa membantu kamu yang ingin berangkat haji dengan tetap memperhatikan fasilitas dan pelayanan yang sesuai. 



Umum Lainnya



Berikan Komentar Via Facebook