CALL CENTER
(021) 837-95-216 / 0821-26-252-252
FOLLOW
@MIHRABQOLBI
LIKE FANPAGE
MIHRABQOLBI
Umum

Peristiwa Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Oleh | Selasa, 03 Desember 2019 14:10 WIB | 34 Views
Peristiwa Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad SAW

12 Rabiul awal 1441 Hijriyah bertepatan dengan bertepatan dengan 9 November 2019 merupakan hari bersejarah bagi umat Islam sedunia. Pada hari itu, manusia paling mulia di dunia dan suri tauladan bagi umat manusia dilahirkan ke bumi. Nabi Muhammad SAW merupakan Nabi dan rasul akhir zaman yang artinya setelah beliau tidak ada lagi orang-orang yang mengaku sebagai nabi atau rasul. Ajaran beliau yaitu Islam merupakan penyempurna dari ajaran agama yang telah dibawakan oleh Nabi dan Rasul sebelum beliau.

Sejarah hidup Nabi Muhammad SAW atau sirah Nabawiyyah merupakan sumber inspirasi bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan di dunia. Rasulullah SAW lahir pada tanggal 12 rabiul awal tahun gajah atau bertepatan dengan 20 April 571. Saat itu kondisi kota Mekkah di ambang perang dengan pasukan Abrahah Al Ashram yang ingin menhancurkan kota tersebut beserta dengan Kabah, peninggalan Nabi Ibrahim as. Namun rencana Abrahah gagal karena Allah SWT telah mengirim pasukan burung ababil untuk menyerang pasukannya.

Itu salah satu peristiwa besar yang terjadi menjelang kelahiran Rasulullah SAW. Dihimpun dari banyak sumber, maka kami merangkum peristiwa-peristiwa besar menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

1. Pasukan gajah dan burung ababil

Raja Abrahah berencana merobohkan kabah karena tempat ibadah yang di bangunnya tersaingi oleh Kabah. Ia pun menyiapkan pasukan gajah dan menuju kota Mekkah. Namun, atas kehendak Allah SWT, sebelum memasuki perbatasan kota Mekkah pasukan gajah raja Abrahah  diserang dan dihabisi oleh burung Ababil yang membawa batu-batu panas dan berpijar.

2. Api Majusi Padam

Masyarakat Majusi pada zaman itu dikenal menyembah api dan menganggap api sebagai Tuhannya.  Api tersebut tidak pernah padam selama ratusan tahun. Namun saat Nabi Muhammad SAW lahir, api itu mati seketika. Para pengikut Majusi berusaha menyalakan api tersebut tapi tetap tak bisa.

3. Jin tidak bisa mencuri berita

Sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, para jin leluasa mencuri berita gaib dari langit untuk disampaikan kepada para tukang sihir. Setelah kelahiran Nabi Muhammad SAW jin yang berusaha mencuri dengar berita gaib dari langit akan menjumpai panah api yang akan membunuh mereka.

Ketika mereka dilarang naik ke langit, maka mereka berkumpul pada Iblis (raja setan), mereka berkata; "Dahulu kami bisa naik ke langit, tetapi hari ini kami telah di larang untuk naik". Iblis menjawab; "Menyebarlah kalian di muka bumi, dari barat sampai timur, dan perhatikan dengan seksama apa yang sebenarnya telah terjadi!" Mereka lalu menyebar. Setelah mengeliling bumi dari timur ke barat, sampailah mereka ke kota Mekkah. Di sana tampak oleh mereka Nabi dan Rasul kita sedang dikelilingi para malaikat, dan memancar cahaya dari dirinya hingga mencuat ke langit, sedangkan para malaikat-malaikat itu saling memberi ucapan selamat satu dengan yang lain.

Kemudian setan-setan itu kembali menghadap Iblis, sambil menceritakan semua apa yang telah mereka saksikan itu. Maka Iblis pun berteriak dengan suara yang sangat keras; "Aaaaah, telah keluar “ayatul 'alam” dan rahmat bagi bani Adam, karena itulah kalian telah dicegah untuk naik ke langit, tempat pandangannya dan pandangan umatnya!!"

4. Bintang besar bercahaya

Para ahli kitab (kaum Yahudi dan Nasrani) melihat bintang besar dan bercahaya seperti berlensa tepat di hari kelahiran Muhammad SAW, sebelumnya bintang itu tidak pernah terlihat. Di antara mereka ada yang berseru, "Nabi penutup zaman sudah lahir".

Ka'bul Akhbar ra berkata; "Saya telah melihat di dalam Taurat bahwa Allah Ta'ala telah mengabarkan kepada Kaum Musa tentang saat keluarnya Muhammad saw;

“Sesungguhnya bintang tetap yang telah kamu ketahui itu, bila ia bergerak dari tempatnya menandakan bahwa Rasulullah saw telah keluar”.

Ketika Rasulullah SAW lahir, bintang itu pun bergerak dan pindah dari tempat asalnya. Maka orang-orang Yahudi itu semuanya mengetahui bahwa Rasul yang diberitakan Allah itu telah lahir ke dunia, namun mereka merahasiakan disebabkan kedengkian mereka juga.

5. Pohon kurma kembali berbuah

Dalam Injil (kitab suci Nabi Isa a.s.) digambarkan tentang tanda-tanda kelahiran Nabi Muhammad SAW. “Bahwasanya apabila pohon kurma kering mengeluarkan daun-daunan, maka itu menandakan keluarnya Rasulullah ke dunia”. Ketika Rasulullah SAW lahir, pohon kurma yang kering dan layu menjadi segar, berdaun dan berbuah. Melihat hal itu, orang-orang Nasrani itu pun mengetahui bahwa Rasul yang dijanjikan Allah di dalam kitab Injil itu telah lahir ke dunia. Tetapi hal itu mereka rahasiakan, disebabkan kedengkian mereka juga.

Hal itu benar terjadi, namun orang-orang Yahudi menyembunyikannya karena kedengkian mereka kepada Nabi Muhammad SAW yang bukan berasal dari Bani Israil.

6. Mata air kering memancar kembali

Di kitab Zabur (kitab suci Nabi Daud a.s.) dikabarkan juga tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW. "Ketika mata air yang sudah kalian kenal kering dan tiba-tiba memancarkan air dengan derasnya maka pada saat itulah Nabi Muhammad SAW telah lahir ke dunia." Karena kedengkian orang-orang Yahudi juga menyembunyikan tanda-tanda yang mereka ketahui.

7. Berhala bersujud

Diriwayatkan bahwa sesungguhnya Abdul Muthalib berkata, "Sewaktu ku berada di dekat Ka'bah, patung berhala yang ada di dalam Ka'bah tiba-tiba jatuh tersungkur dari tempatnya dalam bentuk bersujud kepada Allah Ta'ala. Aku juga mendengar suara dari dinding Ka'bah, 'Nabi terpilih telah lahir yang akan menghancurkan orang-orang kafir, dan membersihkan aku dari beberapa patung berhala, serta memerintahkan untuk menyembah kepada Dzat Yang Merajai Alam ini."

8. Aminah tidak merasa letih

Selama mengandung Muhammad SAW, Aminah sang ibunda tidak merasa letih akibat kandungannya. Padahal setiap wanita yang hamil selalu merasa letih karena kandungannya.

Ia juga menyatakan bahwa selama mengandung Rasulullah SAW, dalam mimpinya ia senantiasa didatangi para Nabi-nabi terdahulu, dari sejak bulan pertama, yaitu bulan Rajab hingga kelahirannya di bulan Rabi’ul Awwal.

Semua Nabi-nabi yang hadir di mimpi Aminah itu sama-sama berpesan kepadanya bahwa jika telah lahir, namai anak itu dengan nama Muhammad yang artinya Terpuji, karena anak itu akan menjadi makhluk yang paling terpuji di dunia dan akhirat.

Firasat mengenai penamaan Muhammad itu pun terbersit di hati mertuanya, Abdul Muthalib, sehingga ketika Rasulullah SAW lahir, Abdul Muthalib memberinya nama Muhammad. Ketika masyarakat Mekkah bertanya mengapa ia dinamai Muhammad, bukan nama para leluhur-leluhurnya, maka Abdul Muthalib menjawab: “Aku berharap ia akan menjadi orang yang terpuji di dunia dan akhirat.”

9. Tamu agung penghuni surga

Aminah merasakan tanda-tanda akan melahirkan secara tiba-tiba pada malam hari. Pada saat itu mertuanya Abdul Muthalib sedang pergi ke Masjidil Haram. Sementara, Abdullah suaminya, sudah meninggal dunia. Kemudian, datang banyak wanita cantik. Ada 2 wanita yang jadi perhatian Aminah, mereka memberi salam dan menyebut dirinya Asiya (istri Raja Fir'aun) dan Maryam (ibu Nabi Isa a.s.)

10. Aminah tidak merasa sakit

Aminah tidak merasa sakit layaknya wanita yang melahirkan. Padahal saat itu belum ada obat bius sehingga melahirkan benar-benar secara alami.

Begitulah, kisah-kisah istimewa dan ajaib yang melingkupi peristiwa menjelang sampai kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sungguh semua itu adalah bukti bahwa Nabi Muhammad SAW adalah manusia pilihan, utusan yang jadi penghulu para nabi dan sebaik-baik manusia di muka bumi ini. 



Umum Lainnya



Berikan Komentar Via Facebook