CALL CENTER
(021) 837-95-216 / 0821-26-252-252
FOLLOW
@MIHRABQOLBI
LIKE FANPAGE
MIHRABQOLBI
Umum

Adab Bertamu Yang Sering Terlupakan

Oleh | Selasa, 29 Oktober 2019 09:18 WIB | 77 Views
Adab Bertamu Yang Sering Terlupakan

Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam upaya menyambung tali silaturrahim di sesama muslim dan mempererat persaudaraan. Salah satunya adalah mengunjungi rumah atau bertamu ke rumah orang lain. Dengan bertamu, seseorang akan semakin mengenal orang lain, entah itu, saudara, keluarga, tetangga, maupun kolega bisnis. Kesan yang terbangun tidak hanya saling mengenal melainkan juga lebih mengetahui keadaan, dan adanya perhatian yang lebih diberikan kepada mereka.

Dalam ajaran Islam yang berkaitan dengan bertamu, sudah ada adab-adab yang dibuat bahkan sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Adab-adab ini ditujukan agar penerima tamu tetap merasa dihormati dan tamu menjunjung sopan santun dan tata krama sehingga tidak merasa keberatan jika dikunjungi atau bahkan senang jika dikunjungi.

Berikut kami ulas adab-adab bertamu yang sering dilupakan oleh kebanyakan muslim. Tulisan ini sengaja kami buat secara pribadi sebagai pengingat secara khusus. Yuk disimak dan dicatat baik-baik.

1. Memenuhi Undangan

Bagi seorang yang diundang, hendaknya memenuhi sesuai waktunya kecuali ada udzur yang sangat penting sehingga menyebabkan tidak dapat datang tepat waktunya atau bahkan jika kedatangannya membahayakan.

2. Tidak membeda-bedakan siapa yang mengundang kita baik orang kaya atau miskin, difable atau non-difable, dll

3. Mengetuk pintu dengan lembut

Ketuklah pintu dengan lembut karena akan memperlihatkan kesopanan yang membuat si pemilik rumah atau penerima tamu menjadi ridho akan kedatangan kita. Ini juga memperlihatkan bahwa kedatangan kita dengan niat kebaikan dan mengharapkan keberkahan dari Allah SWT.

Ternyata Rasulullah SAW juga mengajarkan kita dalam mengetuk pintu tidak lebih dari 3 kali, dan kembali pulang jika tidak ada jawaban. Seperti diriwayatkan dalam hadits

Bisa saja pada hari ketika kita datang, pemilik rumah sudah ada agenda lainnya. Maka dari itu, ada baiknya jika sebelumnya kita mengabarkan kedatangan kita kepada pemilik rumah.

4. Ucapkan salam dan meminta izin sebelum masuk

Sebelum masuk ke rumah orang, sangat dianjurkan untuk mengucap salam dan minta izin untuk masuk kepada pemilik rumah. Walaupun pintu rumah itu terbuka, kita tetap tahu diri untuk tidak langsung masuk ke dalam tanpa dipersilahkan terlebih dahulu.

“Dari Kildah bin Al-Hanbal, bahwa dia masuk ke rumah Rasulullah tanpa mengucap salam dan meminta izin, maka beliau SAW pun bersabda, Kembalilah, ucapkan Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

5. Tidak menghadap langsung ke pintu

Saat kita bertamu ke rumah, hendaknya tidak langsung menghadap pintu rumah. Walaupun pintu tersebut dalam keadaan terbuka. Tujuannya adalah memberikan kesempatan kepada pemilik rumah untuk mempersiapkan diri menyambut tamu. Hal ini juga pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits
“Adalah Rasulullah SAW jika mendatangi suatu pintu dan akan meminta izin, beliau tidak menghadap ke arah pintu. Akan tetapi beliau berada di sebelah kiri, atau kanannya. Jika diizinkan beliau baru masuk, jika tidak beliau pun kembali.” (HR Bukhari).

6. Tidak melihat isi rumah atau mengintip ke dalam rumah

Saat kita bertamu, sebaiknya tetap di tempat duduk atau di luar beranda rumah. Tidak perlu mata kita melihat isi dalam rumah bahkan sampai masuk ke dalam rumah. Melihat isi rumah tidak diperkenankan saat mengetuk pintu. Bahkan pemilik rumah diizinkan untuk mengcongkel mata orang yang melongok ke dalam rumah.
Andaikan ada orang melihatmu di rumah tanpa izin, engkau melemparnya dengan batu kecil lalu kamu cungkil matanya, maka tidak ada dosa bagimu.” (HR. Bukhari Kitabul Isti’dzan).

7. Bersalaman

Keutamaan bersalaman dapat dilihat dalam hadis berikut “Dari al-Bara’ bin ‘Azib RA, dia berkata, Rasulullah bersabda, ‘Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.‘ ” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad). Karenanya dalam bertamu usahakan untuk bersalaman, kecuali pada lawan jenis.

8. Duduk di tempat yang telah disediakan

Ketika sudah diizinkan masuk ke dalam rumah, maka hendaknya kita duduk atau menempati tempat yang telah disediakan dan dipersilakan oleh si Pemilik Rumah. Hal ini sesuai dengan hadits berikut, “Dari Mu’awiyah bin Hudaij, ia berkata, Saya pernah meminta izin menemui Umar RA, Orang-orang lalu berkata, Duduklah ditempatmu sampai ia keluar menemuimu! Maka aku duduk di dekat pintunya hingga beliau keluar menemuiku.” (HR Bukhari).

9. Menjawab pertanyaan dengan jelas

Dalam sebuah hadits diriwayatkan, “Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata, Aku meminta izin untuk bertemu Rasulullah SAW, lalu beliau bertanya dari dalam rumah, Siapa itu?. Aku menjawab, Saya! Beliau bersabda, Saya! Saya! Seolah beliau membenci hal tersebut” (HR Bukhari dan Muslim). Hadits di atas mengajarkan kita bahwa ternyata Rasulullah tidak menyukai seseorang yang tidak menjawab pertanyaan dengan jawaban yang jelas, alias membingungkan si penanya.

10. Menunjukan raut wajah yang baik

Hal ini seperti yang diteladankan oleh Rasulullah dalam sebuah hadits, “Tidak pernah Rasulullah melihatku sejak aku masuk Islam, kata Jarir bin Abdillah. Kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku. Rasulullah juga sering bersabda, ‘Akan masuk dari pintu ini seorang laki-laki beruntung terbaik, dan di wajahnya tersirat keindahan’ maka kemudian masuklah Jarir.”(HR Bukhari). Dari hadits di atas dapat kita tahu bahwa Rasulullah mencintai keindahan yang terpancar dari orang dengan raut wajah baik atau tersenyum.

11. Mendoakan

Jika setelah si Pemilik Rumah menjawab salam dan mempersilakan kita masuk kemudian memberikan suguhan atau jamuan pada kita, maka hendaknya kita membalasnya dengan doa kebaikan karena telah  diterima dan dijamu dengan baik. Di antara doa yang diajarkan Rasulullah adalah “Ya Allah berikanlah makanan kepada orang telah yang memberikan makanan kepadaku dan berikanlah minuman kepada orang yang telah memberiku minuman.” (HR. Muslim)

“Ya Allah ampuni dosa mereka dan kasihanilah mereka serta berkahilah rezeki mereka.” (HR. Muslim)

12. Minta izin pulang atau pamit kepada seluruh pemilik rumah.

Jangan lupa ucapkan terima kasih serta mohon maaf kepada pemilik rumah karena telah merepotkan mereka.

13. Meninggalkan kesan yang baik

Hendaknya kita, kala bertamu meninggalkan kesan baik kepada si Pemilik Rumah. Sehingga saat kita pulang, si Pemilik Rumah berdoa untuk kebaikan kita dan mengharapkan kedatangan kita kembali. Kesan baik bisa kita tinggalkan dengan melakukan hal-hal yang baik. Mulai dari mengetuk pintu, duduk, sampai salam perpisahan yang baik pula.

Sekian ulasan sederhana mengenai adab bertamu yang sering terlupakan. Semoga bermanfaat dan membuat kita semakin paham mengenai hak pemilik rumah dan menjunjung tinggi sopan santun di hadapan orang lain.   



Umum Lainnya



Berikan Komentar Via Facebook