CALL CENTER
(021) 837-95-216 / 0821-26-252-252
FOLLOW
@MIHRABQOLBI
LIKE FANPAGE
MIHRABQOLBI
Umum

Waktu - Waktu Mustajab Untuk Memanjatkan Doa

Oleh | Senin, 30 September 2019 08:20 WIB | 61 Views
Waktu - Waktu Mustajab Untuk Memanjatkan Doa

Doa merupakan salah satu bentuk usaha untuk meminta sesuatu kepada Allah SWT, juga sebagai bentuk kerendahan diri manusia di hadapan sang pencipta. Sehingga orang yang tidak mau bedoa kepada Allah SWT akan dianggap orang sombong dalam Islam karena merasa mampu melakukan dan meraih segalanya sendirian.

Apalagi banyak keutamaan berdoa dalam Islam agar keinginan bisa tercapai. Namun terkadang pula ada banyak penyebab doa tidak dikabulkan oleh Allah SWT. Ada pun waktu yang paling baik untuk berdoa adalah.

1. Sepertiga malam

Di saat manusia sedang tertidur pulas, usahakan bangun di waktu sepertiga malam untuk berdoa kepada Allah SWT karena merupakan waktu yang penuh dengan berkah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Rabb kita turun ke langit pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malam. Kemudian berfirman : “orang yang berdoa kepada-Ku akan aku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni.”( HR Bukhari, Muslim)

2. Waktu di hari Jumat

Jumat merupakan hari yang penuh berkah, dimana umat muslim dianjurkan untuk banyak melakukan ibadah dan kebaikan di hari tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah : “Di dalamnya terdapat waktu, jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta “ lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut.” (HR Bukhari Muslim)

Namun ada perbedaan pendapat di antara para ulama mengenai waktu yang sebentar tersebut. Beberapa perbedaan tersebut dan mahsyur di kalangan ulama antara lain :

3. Antara duduknya imam di Mimbar hingga selesai shalat
Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “ ’Abdullah bin  ‘Umar bertanya padaku, ‘Apakah engkau pernah mendengar ayahmu menyebut suatu hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai waktu mustajabnya do’a di hari Jum’at?” Abu Burdah menjawab, “Iya betul, aku pernah mendengar dari ayahku (Abu Musa), ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Waktu tersebut adalah antara imam duduk ketika khutbah hingga imam menunaikan shalat Jum’at.” (HR. Muslim)

a. Ba’da Asar sampai tenggalamnya matahari

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,“(Waktu siang) di hari Jum’at ada 12 (jam). Jika seorang muslim memohon pada Allah ‘azza wa jalla sesuatu (di suatu waktu di hari Jum’at) pasti Allah ‘azza wa jalla akan mengabulkannya. Carilah waktu tersebut yaitu di waktu-waktu akhir setelah ‘Ashar.” (HR. Abu Daud)

b. Hari Arafah

Hari Arafah adalah hari wukuf di Arafah, tepatnya 9 Dzulhijjah sehingga dianjurkan bagi semua umat muslim untuk berdoa.

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi)

4. Antara azan dan Iqomah

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqomah, maka berdo’alah (kala itu).” (HR. Ahmad, 3: 155)

5. Doa selesai shalat wajib lima waktu

Rasululah SAW bersabda: “Seorang hamba yang berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu.” (H.R. Muslim)

6. Malam Lailatul Qadr

Malam Lailatul qadr merupakan malam yang paling dicari di bulan ramadhan. dan dinantikan oleh umat muslim seluruh dunia. Malam yang lebih baik di seribu bulan ini dan juga malam dimana Al Qur'an diturunkan. Berdasarkan hadits Imam Tirmidzi dari Ibnu Maja, "Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam lailatul qadr? beliau bersabda: "berdoalah, Allahumma innaka afuwwun tuhibbul 'afwa  fa'fu 'anni (artinya  :Ya, Allah sesungguhnhya engkau maha pengampun dan menyukai sifaf pemaaf, maka ampunilah aku) (HR. Tirmidzi, Ibnu majah)

I
tu tadi deretan waktu terkabulnya doa paling mustajab. Namun, tidak hanya kalimat doa-doa dan waktu yang harus disesuaikan melainkan juga kesungguhan. ketulusan dan niat dari doa tersebut yang baik hendaknya datang dari si pemanjat doa.



Umum Lainnya



Berikan Komentar Via Facebook