CALL CENTER
(021) 837-95-216 / 0821-26-252-252
FOLLOW
@MIHRABQOLBI
LIKE FANPAGE
MIHRABQOLBI
Umum

Keutamaan Bulan Muharram

Oleh | Jum'at, 23 Agustus 2019 08:50 WIB | 616 Views
Keutamaan Bulan Muharram

Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender hijriyah sekaligus menjadi awal di tahun baru Hijriyah. Kehadiran bulan ini oleh warga muslim disambut dengan rasa syukur karena bisa memotivasi untuk meningkatkan ketakwaan dengan memperbanyak ritual ibadah seperti puasa, zikir, dll.

Bulan muharram sendiri merupakan salah satu dari empat bulan yang mulia. Seperti tertuang dalam hadist Nabi Muhammad SAW.

السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ

 

الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ


“Satu tahun ada 12 bulan. Empat bulan di antaranya adalah bulan haram (suci), tiga di antaranya berurutan, yaitu Dzulhijah dan Muharram. Kemudian Rajab Mudhar yang diapit bulan Jumada (al akhir) dan Sya’ban” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah SAW menyebut bulan Muharram sebagai Syahrullah (bulan Allah). Sebelum datangnya syiar Islam, bulan Muharram sering disebut Shafar Al Awwal. Sedangkan bulan safar, bulan setelahnya disebut dengan Shafar Ats tsani. Lalu Rasulullah SAW mengantinya dengan nama Muharram yang bermakna “waktu yang diharamkan”. Maksudnya pada bulan ini manusia dilarang menzalimi diri sendiri dan melakukan perbuatan dosa. Lalu apa saja keutamaan bulan Muharram dan amalan apa saja yang bisa dikerjakan. Berikut kami ringkas dari berbagai sumber.

  1. Puasa Muharram

Rasulullah SAW mendorong kita untuk melakukan puasa Muharram sebagaimana dalam hadits.

 

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah).

Umat Islam dianjurkan untuk berpuasa pada bulan muharram atau dikenal dengan puasa asyura. Sebaiknya puasa ini diawali dengan puasa Tasu’a yang dilakukan 9 Muharram lalu dilanjutkan dengan puasa pada 10 Muharram. Sesuai dengan dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW.

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Rasulullah SAW ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”(HR. Muslim).

Namun dalam rangka menyelisihi Yahudi, kita diperintahkan berpuasa pada hari sebelumnya. Yaitu berpuasa pada hari ke Sembilan (tasu’a). Ibnu Abbas RA berkata bahwa ketika Nabi Muhammad SAW melakukan puasa hari ’Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى.

Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas beliau mengatakan,

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)- kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan,

فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim no. 1134)

  1. Amalan Shalih
    Lalu pada malam asyura, kamu bisa memperbanyak amalan-amalan shalih, seperti memperbanyak zikir, shalat sunnah, membaca al quran dan amalan shalih lainnya.
  2. Taubat
    Taubat adalah kembali ke jalan Allah dari perbuatan Allah yang dilarang. Perbuatan taubat adalah menyesali dosa yang telah dibuat dan meninggalkannya serta berjanji tidak mengulanginya lagi. Kewajiban bagi seorang muslim apabila terjatuh dalam dosa dan maksiat untuk segera bertaubat, tidak menunda-nundanya karena kita tidak tahu kapan kematian akan menjemputnya.



Umum Lainnya



Berikan Komentar Via Facebook