CALL CENTER
(021) 837-95-216 / 0821-26-252-252
FOLLOW
@MIHRABQOLBI
LIKE FANPAGE
MIHRABQOLBI
Umum

Macam macam Puasa Sunnah dalam setahun

Oleh | Selasa, 30 Juli 2019 09:01 WIB | 3.176 Views
Macam macam Puasa Sunnah dalam setahun

Puasa atau dikenal dalam Bahasa arab “shaum” merupakan salah satu ibadah yang dijalankan umat Islam di seluruh dunia. Secara harfiah, puasa adalah kegiatan menahan lapar dan haus dari terbit matahari sampai tenggelam matahari. Namun inti dari puasa bukanlah menahan lapar dan haus melainkan menahan hawa nafsu.  Puasa yang kerap kali dijalankan setiap umat Islam tiap tahunnya adalah puasa Ramadhan yang dijalankan selama sebulan penuh. Ibadah puasa Ramadhan mempunyai hukum wajib dijalankan.

Selain puasa Ramadhan yang merupakan puasa wajib, ajaran Islam juga mengatur puasa sunnah di luar puasa wajib. Jika pada puasa Ramadhan yang berhukum wajib dan menjadi ibadah inti maka puasa sunnah adalah ibadah pelengkap. Sama dengan shalat wajib yang dilengkapi dengan shalat sunnah. Walaupun ibadah sunnah, memiliki banyak keutamaan bagi yang melaksanakannya. Apa saja keutamaan puasa sunnah, yuk, mari kita bahas dibawah ini.

Hikmah melaksanakan ibadah puasa sunnah

Setiap ibadah pasti mempunyai ganjaran pahala. Lebih dari sekedar mendapatkan pahala, semua ibadah memiliki manfaat dan hikmah bagi yang menjalanakannya. Ada banyak sekali manfaat dan hikmah yang akan didapatkan dari berpuasa antara lain.

  1. Melatih kesederhanaan hidup.
    Biasanya ketika kita berpuasa maka konsumsi porsi makanan akan berkurang di banding hari-hari biasanya. Hal ini bisa melatih kita untuk terbiasa hidup sederhana dan melihat kondisi saudara kita yang lebih kekurangan. Puasa juga melatih kita untuk lebih berempati dengan orang-orang sekeling kita.
  2. Kesehatan tubuh
    Puasa diketahui bisa membuat tubuh membuang racun-racun didalam tubuh kita. Berpuasa, secara otomatis tubuh akan mendetoksifikasi dan melakukan istirahat dari segala macam makanan dan minuman yang tidak menyehatkan
  3. Membiasakan diri taat beribadah
    Puasa sunnah memiliki banyak jenis dan karena hukumnya tidak wajib, maka banyak orang yang merasa berat melakukannya. Memilih salah satu dari puasa sunnah akan membiasakan diri kita untuk beribadah
  4. Meniru kebiasaan Nabi Muhammad SAW
    Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan bagi umat Islam. Segala kebaikan dan perilaku adalah contoh yang patut ditiru. Salah satu kebiasannya adalah puasa sunnah, jika kita berpuasa sunnah secara otomatis mengikuti kebiasaan Rasullullah SAW.
  5. Mengendalikan hawa nafsu
    Puasa melatih diri kita untuk menahan segala hawa nafsu dari subuh sampai Magrib berkumandang. Terutama yang dijalankan adalah puasa sunnah dimana suasana saat puasa Ramadhan berbeda dengan puasa sunnah. Di saat kita harus sanggup menahan lahar di saat orang orang sekitar tidak berpuasa dan saat tensi aktivitas lebih tinggi dari yang biasanya.

Macam-macam puasa sunnah

a. Puasa senin kamis

puasa yang paling sering di dengar dan umum adalah puasa senin kamis. Puasa ini dilaksanakan setiap hari di hari senin dan kamis.

Hadits Keutamaan Hari Senin dan Kamis.

Dari Abu Qotadah Al Anshori radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab,

“Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.” (HR. Muslim no. 1162).

Dalam Hadits Abu Hurairah, secara umum dijelaskan bahwa keutamaan hari senin dan hari kamis adalah sebagai berikut, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

“Pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Setiap hamba yang tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti akan dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai.” (HR. Muslim no. 2565).

b. Puasa Nabi Daud AS

Puasa Nabi Daud AS atau puasa daud adalah puasa sunnah yang dilakukan secara selang-seling yaitu sehari berpuasa dan sehari lagi.

Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Ia berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari. Dan sholat yang paling disukai oleh Allah adalah sholat Nabi Daud. Ia tidur seperdua malam, bangun sepertiganya, lalu tidur seperenamnya. (HR. Bukhari)

c. Puasa Syawal

Puasa sunnah ini dikerjakan pada bulan syawal yang dikerjakan selama 6 hari boleh berturut-turut atau tidak.

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka dia seolah-olah berpuasa selama setahun.” (HR. Muslim no. 204). 

Keutamaan lainnya disebutkan dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah

“Dari Tsauban, bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Idul fitri, maka ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. karena siapa saja yang melakukan kebaikan, maka akan dibalas sepuluh kebaikan semisal.” (HR. Ibnu majah)

d. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa sunnah lain yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah puasa yang dikerjakan sebanyak 3 hari di setiap bulan. Puasa ini dikenal dengan Ayyamul Bidh yang dilakukan setiap tanggal 13,14, dan 15.

Adapun landasan hukum puasa ini.

Dari Ibnu Milhan Al Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah).” Dan beliau bersabda, “Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.” (HR. Abu Daud & An Nasai)

e. Puasa Arafah

Puasa arafah dilaksanakan pada hari kesembilan di bulan Dzulhijjah atau menjelang hari raya Idul adha. Dinamakan puasa Arafah karena di hari tersebut umat Islam yang sedang berhaji sedang melaksanakan wukuf di arafah.

Landasan hukum puasa Arafah
Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Puasa Arofah  dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

f. Puasa Asyura

Puasa Asyura  adalah puasa sunnah yang dilaksanakan setiap tanggal 10 di bulan Muharram. Keutamaan puasa Asyura disebutkan dalam hadits

“Puasa Arofah  dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

g. Puasa Muharram

Puasa Muharram sebutan puasa yang dilaksanakan pada bulan Muharram.  Di zaman dulu, orang-orang Yahudi dan Nasrani juga melakukan puasa setiap tanggal 10 Muharram.  Agar tidak sama dengan ibadah mereka, Rasulullah lantas menganjurkan umat Islam untuk mengiringi puasa Asyura dengan puasa tambahan sehari sebelum atau sesudahnya. Ini merupakan bagian dari puasa Muharram.

Nabi Muhammad SAW mendorong kita melakukan puasa pada bulan Muharram sebagaimana sabdanya.

“puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam” (HR. Muslim)

h. Puasa Syaban

Bulan Sya’ban adalah bulan yang istimewa karena setelahnya umat Islam menyambut datangnya Ramadan.  Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah tidak banyak berpuasa di bulan-bulan lain kecuali bulan Sya’ban.
 

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh An Nasa’i disebutkan, “Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, tuhan semesta alam. Karenanya, aku suka berpuasa saat amalanku dinaikkan ke hadapan-Nya.”
 

Tidak ada tanggal khusus yang dianjurkan untuk melakukan puasa Sya’ban. Kita boleh melakukannya tanggal berapa saja dan dengan jumlah hari yang kita sanggupi. Puasa di bulan Sya’ban juga disebut sebagai ibadah latihan sebelum kita memasuki bulan Ramadan saat umat Islam diwajibkan berpuasa sebulan penuh.

Demikian informasi yang kami berikan mengenai macam-macam puasa sunnah semoga bermanfaat. 



Umum Lainnya



Berikan Komentar Via Facebook