CALL CENTER
(021) 83795216 / 082126252252
FOLLOW
@MIHRABQOLBI
LIKE FANPAGE
MIHRABQOLBI
Umum

E-Visa Umrah Urusan PPIU dan Provider

Oleh | Senin, 10 Desember 2018 11:11 WIB | 171 Views
E-Visa Umrah Urusan PPIU dan Provider

 

Jumat , 07 Des 2018, 12:08 WIB

 

Republika/Maman Sudiaman

Layanan pembuatan visa umrah di Graha Himpuh,Jakarta Selatan.

Sumber : https://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/berita-jurnal-haji/18/12/07/pjcoxq384-evisa-umrah-urusan-ppiu-dan-provider

 

IHRAM.CO.ID, REPUBLIKA -- Kementerian Agama tidak mengeluarkan surat edaran sebagai bentuk dukungan terkait kebijakan pemerintah Saudi mengeluarkan visa umrah elektronik (e-visa). Kebijakan itu telah dikeluarkan pemerintah Saudi pada musim haji tahun 2018.

 

“Terkait hal itu kita tidak ada (surat edaran sebagai bentuk dukungan atas dikeluarkannya kebijaka e-visa),” kata Kasubdit Pengawasan Umrah Kementerian Agama Noer Alya Fitra saat berbincang dengan Republika.co.id, Jumat (7/12).

 

Menurut Noer, terkait masalah visa umrah Kementerian agama tidak berperan banyak untuk mengurusi. Dia menyebutkan urusan visa umrah elektronik sepenuhnya diurus Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan jasa provider visa umrah.

 

“Karena visa itu untuk yang umrah kan provider yang mengurus, jadi visa umrah diurus oleh provider dan PPIU atau travel yang telah memiliki izin untuk membuka dia sebagai provider visa. Jadi membuat visa itu melalui dia tidak melalui Kementerian Agama,” ujarnya.

 

Sebelumnnya Manager Administrasi PT Makdis Tour Taufik Widodo mengakui belum ada surat edaran dari Kementerian Agama untuk menyerukan kepada setiap PPIU untuk mengikuti kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Saudi PPIU terkait e-visa. "Jadi bukan kita tidak mengikuti karena dari pemerintah kitanya pun belum ada pemberitahuan yang mengharuskan mengikuti aturan itu," kata Taufik Widodo beberapa hari lalu.

 

Taufik secara pribadi berpendapat kebijakan yang dikeluarkan pemerinta Saudi dengan visa elektroniknya (e-visa) tidak efektif. "Kalau menurut saya sangat tidak efektif. Ini menurut saya pribadi kita tidak bawa atas nama perusahaan," katanya.

 

Selain tidak efektif, dalam hal kegunaan juga, dia menailai e-visa tidak ramah bagi jamaah yang sudah lanjut usia. Begitunjuga dengan jamaah yang tinggal di daerah pedalaman yang sulit dijangkau sambungan internet.

 

"Sebagian besar jamaah kita //kan para manula, tinggal di pegunungan yang ketika harus mendaftarkan visa //online sangat merepotkan," katanya.

 

Masih menurut pendapat pribadi Taufik, jika diliat dari tampilan fisik visa elektronik,  seakan tida ada nilainya, karena hanya berupa lembaran kertas biasa. "Tampilnya menurut saya tidak ada ada harganya karena berbentuk kertas," katanya.

 

Taufik mengkhawatirkan e-visa bisa mudah hilang atau sobek saat dibawa oleh pemiliknya. Berbeda dengan visa sebelumnya yang langsung di tempel di paspor.

 

Selain itu menurut Taufik proses pengurusan visa sekan penting tidak penting. Pasalnya, data-data seseorang yang mengajukan visa bisa diambil dari data paspor seperti sidik jari, dan mata. "Saya kira di paspor sudah lengkap juga. Saya rasa mungkin kenapa tidak mengambil data di paspor saja," katanya.

 

Hal itulah yang menjadi alasan Taufik yang menggunakan travel Makdis Tour yang berlokasi di Jalan Jurang No 53 Sukajadi Bandung itu masih mengurus visa secara manual. "Saya kira travel-travel lain yang mengalami masalah sama masih menggunakan visa manual," katanya. Ali

Redaktur : Andi Nur Aminah

Reporter : Ali Yusuf

 

 



Umum Lainnya



Berikan Komentar Via Facebook