CALL CENTER
(021) 83795216 / 081283831012
GABUNG TWITTER
MIHRABQOLBI
GABUNG FACEBOOK
MIHRABQOLBI
Umum

Budaya Berumrah Menziarahi Nabi Pada Peringatan Maulid

Oleh | Rabu, 21 November 2018 08:58 WIB | 84 Views
Budaya Berumrah Menziarahi Nabi Pada Peringatan Maulid

 

Budaya Berumrah Menziarahi Nabi Pada Peringatan Maulid

Selasa , 20 Nov 2018, 15:35 WIB

 

muhammad subarkah

Replika rumah nabi di museum Masjid Nabawi Madinah.

 

Oleh: Muhammad Subarkah, Jurnalis Republika

 

Pada peringatan Maulid Nabi, lazimnya para Muslim di anak benua Asia, yakni masyarakat India dan Pakistan, berbondong-bondong melakukan umrah ke tanah suci. Ini misalnya dengan larisnya pesanan tiket penerbangan menuju Jeddah dan Madina yang tiba-tiba menjelang perinagatan ini menjadi meningat pesat.

Perayaan Maulid Nabi, yakni memperingati kelahiran Nabi Muuhammad SAWA suci pada 12 Rabiul Awwal memang menjadi penyebab banyaknya Muslim di Asa —termasuk India— berberkeinginan untuk melakukan umrah di bulan tersebut.
Dan memang Nabi Muhammad SAW tidak pernah mendorong perayaan kelahirannya. Sikap yang sama juga dilakukan para sahabatnya. Namun, peringatan perayaan Maulid kini telah meluas dan menjadi tradisi di berbagai negara. Bahkan Maulid telah menjadi sebuah adalah festival Muslim paling populer di sebagian besar dunia setelah Idul Fitri dan Idul Adha.

 

Penerbangan dari sebagian besar kota di Asia Selatan ke Jeddah padat sementara ribuan orang telah menunggu kursi pemesanan tiket umrah untuk Mild-u-Nabi, keberbagai biro perjalanan.

 

Menariknya lagi, bila orang-orang tersebut yang tidak bisa sampai ke Madinah sebelum tanggal 12 Rabiul Awal, mereka akan merasa puas dengan menghabiskan beberapa hari yang tersisa di kota nabi tersebut. Rabiul Awal adalah bulan yang paling disukai bagi peziarah umrah, terutama orang Asia Selatan, setelah bulan suci Ramadhan.

 

Banyak orang dari negara itu telah tiba di Makkah dan Madinah jauh-jauh hari sebelum hari perayaaan Maulid tiba.“Secara berkelompok mereka merayakan hari Mualid di kota-kota suci tersebut,’’ kata seorang biro tiur asal negara di belahan Asia Selatan.

 

Karena tingginya permintaan, semua maskapai besar di India menaikkan harga tiketnya penerbangannya ke Jeddah. Tahun sebelumnya, paket Umrah yang biasanya hanya 32.000 rupee India dari negara-negara selatan, sekarang naik secara drastis menjadi  di atas 55.000 rupee.

 

 

"Ada peziarah yang bersedia menanggung dua kali lipat biaya untuk paket Umrah di depan Rabiul Awwal 12," kata Mohammed Masrat  dari Al-Quba Travel di Hyderabad, India.

 

"Kami biasanya menagih 65.000 rupee Pakistan untuk paket Umrah dari Lahore, namun karena harga terburu-buru saat ini melonjak menjadi 85.000 rupee," kata Irfan Malik dari Bukhari Travels, agen perjalanan terkemuka di Lahore, kepada Saudi Gazette melalui telepon.
 

Redaktur : Muhammad Subarkah

Budaya Berumrah Menziarahi Nabi Pada Peringatan Maulid

Selasa , 20 Nov 2018, 15:35 WIB

 

muhammad subarkah

Replika rumah nabi di museum Masjid Nabawi Madinah.

 

 

Oleh: Muhammad Subarkah, Jurnalis Republika

 

Pada peringatan Maulid Nabi, lazimnya para Muslim di anak benua Asia, yakni masyarakat India dan Pakistan, berbondong-bondong melakukan umrah ke tanah suci. Ini misalnya dengan larisnya pesanan tiket penerbangan menuju Jeddah dan Madina yang tiba-tiba menjelang perinagatan ini menjadi meningat pesat.

Perayaan Maulid Nabi, yakni memperingati kelahiran Nabi Muuhammad SAWA suci pada 12 Rabiul Awwal memang menjadi penyebab banyaknya Muslim di Asa —termasuk India— berberkeinginan untuk melakukan umrah di bulan tersebut.
Dan memang Nabi Muhammad SAW tidak pernah mendorong perayaan kelahirannya. Sikap yang sama juga dilakukan para sahabatnya. Namun, peringatan perayaan Maulid kini telah meluas dan menjadi tradisi di berbagai negara. Bahkan Maulid telah menjadi sebuah adalah festival Muslim paling populer di sebagian besar dunia setelah Idul Fitri dan Idul Adha.

 

Penerbangan dari sebagian besar kota di Asia Selatan ke Jeddah padat sementara ribuan orang telah menunggu kursi pemesanan tiket umrah untuk Mild-u-Nabi, keberbagai biro perjalanan.

 

Menariknya lagi, bila orang-orang tersebut yang tidak bisa sampai ke Madinah sebelum tanggal 12 Rabiul Awal, mereka akan merasa puas dengan menghabiskan beberapa hari yang tersisa di kota nabi tersebut. Rabiul Awal adalah bulan yang paling disukai bagi peziarah umrah, terutama orang Asia Selatan, setelah bulan suci Ramadhan.

 

Banyak orang dari negara itu telah tiba di Makkah dan Madinah jauh-jauh hari sebelum hari perayaaan Maulid tiba.“Secara berkelompok mereka merayakan hari Mualid di kota-kota suci tersebut,’’ kata seorang biro tiur asal negara di belahan Asia Selatan.

 

Karena tingginya permintaan, semua maskapai besar di India menaikkan harga tiketnya penerbangannya ke Jeddah. Tahun sebelumnya, paket Umrah yang biasanya hanya 32.000 rupee India dari negara-negara selatan, sekarang naik secara drastis menjadi  di atas 55.000 rupee.

Berita Terkait

 

"Ada peziarah yang bersedia menanggung dua kali lipat biaya untuk paket Umrah di depan Rabiul Awwal 12," kata Mohammed Masrat  dari Al-Quba Travel di Hyderabad, India.

 

"Kami biasanya menagih 65.000 rupee Pakistan untuk paket Umrah dari Lahore, namun karena harga terburu-buru saat ini melonjak menjadi 85.000 rupee," kata Irfan Malik dari Bukhari Travels, agen perjalanan terkemuka di Lahore, kepada Saudi Gazette melalui telepon.
 

Redaktur : Muhammad Subarkah



Umum Lainnya



Berikan Komentar Via Facebook