CALL CENTER
(021) 83795216 / 081283831012
GABUNG TWITTER
MIHRABQOLBI
GABUNG FACEBOOK
MIHRABQOLBI
Umum

Fokus Makkah

Oleh | Kamis, 09 Agustus 2018 20:15 WIB | 111 Views
Fokus Makkah

 

Kamis , 09 Agustus 2018, 19:20 WIB

 

ROL/Didi Purwadi

Makkah

 

IHRAM.CO.ID,Oleh: Erdy Nasrul dari Makkah

 

MAKKAH — Mayoritas jamaah haji kini sudah berada di Makkah. Di sana  mereka melaksanakan umrah wajib dan berbagai ibadah lainnya. Jamaah juga mempersiapkan diri untuk prosesi puncak haji yang mulai berlangsung pada 8 Dzulhijjah atau dua hari sebelum hari raya Idul Adha.

 

“Jamaah Indonesia sekarang sudah lebih dari 170 ribu berada di Makkah,” ujar Kepala Daerah Kerja Makkah Dr Endang Jumali di Syisyah pada Kamis (9/8).

 

 

Mereka menginap di 165 hotel yang tersebar di tujuh wilayah: Jarwal,  Misfalah,  Raudhah,  Mahbas Jin,  Syisyah,  Aziziah,  dan Rei Bakhsy. Jarak terjauh dari Masjid al-Haram mencapai 4.390 meter dan yang terdekat 900 meter.

 

Kebanyakan jamaah berangkat mengunjungi masjid suci mulai ba’da ashar. Mereka mengantre turun menuju lobi menggunakan lift. Kemudian berjejal di dalam bus menuju terminal Masjid Suci: Ajyad, Bab Ali, dan Syib Amir.

 

Meski sebagian jamaah gelombang kedua masih berdatangan lewat Jeddah, perhatian petugas kini lebih terpusat ke Makkah. Personel Daker Madinah kini sudah siaga di Makkah. Sebagian dari mereka memperkuat sektor khusus al-Haram yang menjadi konsentrasi jutaan jamaah haji pada sore hingga malam hari.

 

Endang mengimbau jamaah untuk pandai memilih waktu mengujungi al-Haram. Jika ingin berumrah wajib, maka jamaah disarankan melaksanakannya di luar waktu shalat fardu. Sebab, jamaah pasti memenuhi al-Haram di waktu tersebut, terutama magrib dan Isya. Jutaan jamaah memadati area dalam dan luar masjid suci.

 

Kepala Subdit Bimbingan Ibadah Kementerian Agama itu juga mengimbau jamaah jangan terlalu memporsir ibadah sunnah, karena hal itu sangat melelahkan dan berpotensi mengganggu kesehatan. “Saya masih menemukan jamaah yang umrah sampai 16 kali. Ini sangat menguras energi,” ujarnya.

 

Jamaah diarahkannya untuk fokus kepada rukun dan wajib haji terlebih dahulu. Wukuf di Arafah adalah yang utama. Setelah itu mabit di Muzdalifah. Kemudian dilanjutkan dengan jumrah aqabah dan tawaf wada’. Kemudian jamaah masih harus melaksanakan jumrah ula, wustha, dan aqabah sampai selesai nafar awal dan sani.

 

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis mengatakan pola pergerakan petugas saat ini semakin intens. PPIH menitikberatkan tugas pada pengawasan. “Katering terutama, harus diawasi ekstra, karena mereka harus memroduksi makanan jamaah dalam jumlah besar. Kerja mereka sekarang sudah dengan kekuatan penuh,” kata Sri.

 

Pihaknya menyebarkan imbauan dan surat edaran kepada dapur katering agar berhati-hati memasak sayur. Mereka harus mengakhirkan masak sayur agar makanan tetap layak dikonsumsi. Sayur hanya bertahan sekitar lima jam.

 

Jika dimasak pada malam dinihari, kemudian didistribusikan pada pukul 9.00 pagi, maka dipastikannya sayur sudah tak layak dimakan. Hal tersebut akan merugikan jamaah, karena mereka tak dapat menimkmati makanan yang sudah dibagikan.

 

Distribusi makanan juga harus diawasi. Jalanan kota Makkah saat ini sudah begitu padat. Kemacetan terjadi di mana-mana, karena jamaah haji dari berbagai negara membanjiri Makkah. “Karena itu, katering harus memperbanyak truk pengirim makanan,” kata Sri Ilham.

 

Jalanan sekitar Swalayan Bin Dawood Syisyah dipadati kendaraan, terutama pada sore hari ba’da shalat Ashar. Bus masyair yang mengantarkan jamaah menuju Haram mengular hingga satu kilometer. Suara klakson kendaraan bersahutan.

 

Tak hanya sore, kepadatan bahkan terjadi pada dinihari menjelang shalat subuh. Setiap pukul 3.00 waktu setempat, jamaah haji Indonesia berkerumun meninggalkan hotel. Bus shalawat yang mengangkut mereka penuh dengan penumpang.

 

Penumpang harus menunggu hingga 30 menit untuk mendapatkan bus yang tak terlalu penuh. Kendaraan umum tersebut juga terjebak macet 20 menit di terowongan menuju al-Haram. “Suasana sekarang ini sudah padat, karena itu petugas harus lebih meningkatkan pengawasan. Jamaah juga harus berhati-hati menghadapi situasi ini,” kata Sri.

 

Redaktur : Agung Sasongko

 

 

 

 

UNTUK INFORMASI DAN PENDAFTARAN HAJI DAN UMROH
HUBUNGI :

 

PT. MANAJEMEN MIHRAB QOLBI
Izin Umroh : Nomor 92 Tahun 2016
Izin Haji     : Nomor 382 Tahun 2017
 


Kantor Jakarta 
Jl. Tebet Barat VIII No. 27 Tebet, Jakarta Selatan 12810
Telp : 021 837 95 216
Kanto :  0856-2490-6654
Yetty   : 0812-2224-904
 

Kantor Bandung 
Jl. Cemara No. 9 Sukajadi Kota Bandung
Telp : 022 203 2204
Depi   : 0838 2003 3353

Kantor Cirebon
Jl. Dr. Ciptomangunkusumo No. 165 Kota Cirebon
Telp : 0231 204 081
Ibu Yeyet :  0819 0602 5345
Ichsan      : 0821 2249 8775
Jaka         : 0812 2289 5185

 

PEMBAYARAN  :

BANK MANDIRI Cab Tebet Barat

Nomor Rekening 

    Rek Rupiah : 124.000.7315.840

    Rek Dollar : 124.000.7315.873

    an. PT MANAJEMEN MIHRAB QOLBI

 

PROGRAM / PAKET UMROH MIHRAB QOLBI TRAVEL

 

BULAN OKTOBER 2018

13 - 21 Oktober 2018 by Oman Bintang 4

13 - 22 Oktober 2018 by Turkish plus City Tour Istanbul Bintang 4

18 - 26 Oktober 2018 by Saudi Airlines Bintang 5

28 Oktober - 5 November 2018 by Saudi Airlines Bintang 5

28 Oktober - 5 November 2018 by Oman Bintang 4

 

BULAN NOVEMBER 2018

3 - 11 November 2018 by Saudi Airlines Bintang 5

3 - 11 November 2018 by Saudi Airlines Bintang 4

6 - 15 November 2018 by Turkish Bintang 4

20 - 29 November 2018 by Turkish Bintang 4

 

Umroh Reguler Akhir Tahun 2018
Umroh Plus City Tour Istanbul AKhir Tahun 2018
Umroh Plus Al Aqsho (14-26 November 2018)
Umroh Plus Turki (23 Des - 4 Januari 2018)

 

Artikel / Berita Favorit :
1. Testimoni dari Ibu Nazla
2. Rangkaian Perjalanan Umroh Tahun 2018
3. Perjalanan Umroh Plus Al Aqsho
4. Perjalanan Umroh Plus Turki
5. Manasik Umroh di Balai Kartini Jakarta

 

 



Umum Lainnya



Berikan Komentar Via Facebook