CALL CENTER
(021) 837-95-216 / 0821-26-252-252
FOLLOW
@MIHRABQOLBI
LIKE FANPAGE
MIHRABQOLBI
Manasik Haji dan Umrah

Tulisan Bang Haji Awal, yang setelah landing dari Jeddah langsung kembali ke Washiton Amerika Serikat

Senin, 26 November 2012 15:09 WIB | 4.883 Views
Tulisan Bang Haji Awal, yang setelah landing dari Jeddah langsung kembali ke Washiton Amerika Serikat

Di depan tempat tinggalku di Bethesda, Maryland, ada sebuah kedai pizza. Kedai Pizza Tempo namanya. Beralamat lengkap di 8021 Wisconsin Avenue, Bethesda MD 20814. Alamat website-nya https://pizzatempo.us/ Alamat FB-nya https://www.facebook.com/PizzaTempo
Sepulang haji ini, begitu segar ingatanku tentang semua ritual haji, masih segar ingatanku tentang tempat-tempat yang kukunjungi di sana, masih segar ingatanku tentang orang-orang yang kutemui di sana. Aku bertemu dengan orang-orang yang berhaji, mulai dari Guadalupe, Amerika, Turki, Kazakastan, Sudan, Zanzibar sampai dari Afrika Selatan. Semua masih segar dalam ingatanku. Seperti baru kemarin rasanya semua terjadi.  Sehari sepulang berhaji memang aku langsung berangkat tugas ke Amerika lagi.
Kembali tentang Pizza Tempo. Sang pemilik Pizza Tempo ini adalah orang Turki. Pas aku melihat Bapak ini melayani pembeli, “aku terhenyak”. Aku melihat Bapak ini ketika kemarin aku berhaji. Aku masih ingat dengan matanya yang biru, rambutnya hitam yang sedikit ikal. Bahkan aku masih ingat bahwa aku melihat Bapak ini memakai jubah putih di sana.
Lalu ketika aku menunggu pesananku datang, aku bertanya duluan: “Sir, May I ask you question? Did you go to Mecca for hajj a couple weeks ago?”. Dia menjawab bahwa dia belum berhaji dan juga bahwa dia tak berangkat haji kemarin. “Saya ingin sekali berangkat haji, tapi tahun ini belum bisa, karena tahun ini saya memberangkatkan haji ibu saya. InsyaAllah nanti tahun depan, atau tahun depannya lagi”. Tersenyum.
Dia lalu bertanya tentang bagaimana suasana haji di sana. Bertanya dengan matanya yang biru berbinar-binar.
Setelah itu aku pulang. Dalam hatiku berkata “Mmmm...mungkin aku salah lihat. Mungkin orang lain yang kulihat di Mekah itu”.
Dua minggu berlalu. Daun-daun di taman seputaran kampus NIH yang sekarang berwarna kuning (tadinya warnanya hijau) itu mulai berguguran, tertiup angin, terserak ke halaman. terserak ke jalanan. Dua minggu yang berberlalu dengan cepat.
Hari jum’at, 16November2012 (2Muharram1434H). Aku seperti biasa sholat jumat di Masjid NIH, Masjid Depkes-nya Amerika (National Instutite of Health, Bldg 10, Floor 7th). Di sini, sebelum ritual jumat dimulai Imam mengajarkan tafsir, atau hadits, atau pelajaran lainnya berkaitan dengan ilmu-ilmu islam.
Kali ini sebelum khutbah jumat dimulai Imam mengajarkan tentang tahun baru hijriyah, tentang Assyura, tentang keutamaan puasa Assyura (tgl 9-10 Muharram) dan tentang keutamaan bersedekah.
Khusus tentang keutamaan bersedekah, Imam bercerita tentang kisah Abdullah Mubarak. Aku tuliskan kisah Abdullah Mubarak yang diceritakan Imam di masjid seperti ini:
Pada suatu hari, Abdullah Mubarak akan melaksanakan ibadah haji, ia mempersiapkan segala sesuatunya untuk keperluan haji. Ia pergi ke pasar unta, dengan membawa uang sebanyak lima ratus dinar untuk membeli seekor unta untuk kendaraan haji.
Ternyata uang yang dibawanya tidak cukup untuk membeli seekor unta. Maka, ia pulang kembali ke rumah. Namun, di pertengahan jalan, ia melihat seorang wanita sedang berdiri di tempat sampah. Wanita tsb mengambil seekor bangkai ayam dan membersihkan bulu-bulunya, tanpa menyadari kehadiran Abdullah Mubarak di dekatnya.
Abdullah Mubarak menghampirinya, dan berkata kepada wanita tsb, ”Mengapa engkau melakukan hal itu, wahai hamba Allah?” Wanita tsb menjawab,”Tinggalkanlah aku, dan urusi saja keperluanmu!”
Abdullah Mubarak berkata lagi “Demi Allah, beritahukanlah kepadaku tentang keadaanmu yang sebenarnya!”
Wanita tersebut berkata:”Baik, aku akan katakan keadaanku yang sebenarnya, karena engkau telah memaksaku dengan bersumpah atas nama Allah. Ketahuilah! Sesungguhnya aku mempunyai tiga orang anak yang masih kecil, sedangkan suamiku telah meninggal dunia. Sudah tiga hari ini, aku dan ketiga anakku belum makan apa-apa.  Aku sudah berusaha mencari sesuap makanan ke mana-mana demi ketiga anakku, namun aku tidak mendapatkannya, selain bangkai ayam ini.  Maka aku akan memasak bangkai ayam ini untuk mereka. Ayam ini halal untuk kami karena darurat".
Terhenyak Abdullah Mubarak mendengar pengakuan wanita ini, lalu ia mengeluarkan bungkusan uangnya, lalu ia menumpahkan semua uang dinar ke hadapan wanita itu. “Ambillah, belikan makanan, berilah makan keluargamu”.
Wanita tersebut lalu langsung berdiri, dengan tergesa-gesa karena bahagia dan dia mendoakan kebaikan untuknya.
Kemudian Abdullah Mubarak pulang ke rumah, sementara keinginannya untuk pergi haji sudah pupus.  Lagian uangnya sudah nggak ada :D. Lalu ia menyibukkan diri dengan banyak beristighfar dan beribadah kepada Allah. Sementara teman-temannya berserta kafilah haji pun mulai berangkat ke Baitullah.
Bulan berlalu bulan. Ketika jamaah haji mulai berdatangan dari Makkah, Abdullah Mubarak keluar dari rumah untuk menyambut mereka. Ia menyalami mereka satu persatu. Tetapi anehnya, setiap kali menyalami seorang dari mereka, dia selalu mengatakan, ‘’Wahai Abdullah Mubarak, bukanlah engkau melaksanakan haji bersama kami? Bukankah kita sholat bersama di sana. Ingatkah bahwa kita minum air zamzam bersama-sama?”
“Becandaa looo?” Kata Abdullah Mubarak.
Abdullah Mubarak terheran-heran mendengar perkataan teman-temannya. Kemudian setelah pulang ke rumah dan tidur, pada malam harinya, ia melihat Rasulullah SAW dalam tidurnya. Beliau bersabda kepada Abdullah Mubarak, ”Wahai Ibn Mubarak, engkau telah memberikan uang dinar kepada salah seorang wanita keturunanku. Engkau telah melapangkan kesusahannya, dan engkau juga telah memperbaiki keadaannya dan anak-anak yatimnya. Maka, Allah telah mengutus malaikat dalam rupamu. Malaikat itu berhaji untukmu dalam setiap tahun, dan pahala haji itu untukmu sampai hari kiamat.”
Ia kemudian terbangun dari tidurnya. Ia bersyukur kepada Allah dengan memuji-Nya atas karunia yang besar, yang telah dianugerahkan kepadanya.
--- Subhanallah...---
Imam Masjid tersedak, berhenti menuturkan kisah Abdullah Mubarak ini. Imam tertunduk sambil mengusap airmata. “ Subhanallah... Malaikat itu telah berhaji untuknya, padahal Abdullah Mubarak tinggal di Irak”. Inti cerita ini berlomba-lomba lah memperbanyak sedekah...”
Aqimisholaaah... Lalu adzan dikumadangkan, lalu ritual khutbah jum’at dimulai (khutbah jumat di Amerika umumnya memakai bahasa Arab), lalu sholat jumat berjamaah, lalu bubar.
 
Bubaran sholat jumat aku teringat kembali ke Bapak penjual Pizza Tempo yang kutemui di Mekkah. Bapak itu bilang bahwa dia tidak pergi ke Mekah, namun ia memberangkatkan ibunya berhaji ke Mekah. Sedangkan masih segar dalam ingatanku bahwa aku bertemu dengan bapak itu di sana. Aku ingat matanya yang biru (tak banyak orang bermata biru di sana).     
 
Aku membayangkan: bisa jadi "seorang malaikat" telah berhaji dalam rupa Bapak itu. Entahlah. Itu yang kupikir saat ini.
Bisa saja aku salah lihat. Aku hanya ingin menuliskannya di notes ini sebagai sebuah cerita yang terserak di sini, di Bethesda, Maryland.
Bethesda, MD, 21 November 2012
Awal



Manasik Haji dan Umrah Lainnya



Berikan Komentar Via Facebook