CALL CENTER
(021) 83795216 / 081283831012
GABUNG TWITTER
MIHRABQOLBI
GABUNG FACEBOOK
MIHRABQOLBI
Umum

Kiat Mengendalikan Marah

Oleh | Rabu, 10 Februari 2016 11:32 WIB | 2.222 Views
Kiat Mengendalikan Marah


Ust. H. Lili Chumedi
Pembimbing Ibadah Umrah & Haji Mihrab Qolbi

 

M : Meminta perlindungan pada Allah

 

Dari Sulaiman bin Shurad Ra, beliau mengatakan, (Ketika) aku sedang duduk bersama Rasûlullâh Saw, ada dua orang laki-laki yang sedang (bertengkar dan) saling mencela. Salah seorang dari mereka, wajahnya telah memerah dan urat lehernya menegang. Lalu Rasûlullâh Saw. bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui satu kalimat yang seandainya dia mengucapkannya maka niscaya akan hilang kemarahan yang dirasakannya. Seandainya dia mengatakan : Aku berlindung kepada Allâh dari godaan setan yang terkutuk, maka akan hilang kemarahan yang dirasakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

A : Amankan lisan dengan diam

Diam (tidak berbicara), agar terhindar dari ucapan-ucapan buruk yang sering timbul ketika orang sedang marah.(Lihat kitab Jâmi’ul ‘Ulûmi wal Hikam, hlm. 146).

Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas Radhiyallahu anhuma bahwa Rasûlullâh Saw bersabda (yang artinya), "Jika salah seorang dari kalian marah maka hendaknya dia diam.” (HR. Bukhari)

R : Rubah posisi

Dari Abu Dzar Al Gifari a ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda kepada kami: ”Apabila salah seorang diantara kalian marah  sedangkan dia dalam posisi berdiri maka hendaklah dia segera duduk, jika kemarahan sudah hilang maka cukup tapi kalau masih belum hilang juga maka hendaklah berbaring.” (HR. Abu Dawud)

A : Ambil air wudlu

Nabi Saw bersabda : “Sesungguhnya marah itu dari setan dan sesungguhnya setan diciptakan dari api dan api itu bisa di padamkan dengan air, maka bila salah seorang  diantara kalian  dibikin marah (oleh syaiton) maka berwudulah.” (HR. Abu Dawud)

H : Hidupkan hati dengan malu

Malu yang tertanam dalam diri manusia sebagai rem hidupnya untuk melakukan sesuatu. Rem tersebut bergantung kepada hati yang dimilikinya, sejauh mana ia mendengarkan bisikan kebenaran yang bersemayam di dalam hatinya.

Pudarnya rasa malu, bisa disebabkan oleh matinya hati. Jika hati mati, maka tidak ada lagi kebaikan yang bisa diharapkan dari dirinya. “Jika engkau tidak tahu malu lagi, perbuatlah apa saja yang engkau kehendaki.”(HR Bukhari dan Muslim).

 



Umum Lainnya



Berikan Komentar Via Facebook